Anies Dukung Tilang Elektronik di DKI: E-TLE Langkah Cerdas Tertibkan Warga

Lukman Arunanta - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 11:15 WIB
Anies Dukung Tilang Elektronik di DKI: E-TLE Langkah Cerdas Tertibkan Warga
Foto: Irjen Nana Sudjana (kiri) dan Anies Baswedan (kanan) di Polda Metro Jaya /Lukman Arunanta
Jakarta -

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mendukung penerapan tilang elektronik di Jakarta. Menurut Anies, tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/E-TLE) adalah langkah cerdas untuk menertibkan warga.

"E-TLE ini adalah langkah cerdas pemanfaatan teknologi digital untuk membiasakan tertib lalu lintas. Kami di Pemprov DKI akan terus mendukung dan kita berharap nantinya masyarakat terus makin tertib," ujar Anies saat menghadiri apel pasukan Operasi Patuh Jaya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Anies mengatakan lalu lintas yang tertib dapat melancarkan aktivitas warga dan kegiatan ekonomi. Maka dari itu, perlu pembiasaan agar masyarakat bisa patuh.

"Kondisi lalu lintas yang tertib, lancar akan membantu mobilitas penduduk bisa berjalan dengan baik dan mobilitas kegiatan perekonomian bisa berjalan dengan efisien," ujar Anies.

Anies turut menyambut baik keberadaan E-TLE. Diharapkan, masyarakat bisa patuh berlalu lintas dan menjadikan hal itu sebagai kebiasaan.

"Pemprov mendukung program yang telah dilaksanakan Polda Metro dan sekarang program E-TLE kami mendukung penuh. Kita berharap dengan adanya E-TLE ini maka proses pembiasaan untuk tertib akan terjadi," tuturnya.

Anies mengatakan, dalam penindakan tialng elektronik ini tujuan utama bukan untuk meningkatkan jumlah tilang. Akan tetapi, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

"Yang diharapkan bukan jumlah rupiah tagihan pelanggaran yang meningkat, tapi jumlah ketertiban lalu lintas yang makin meningkat dan ini perlu proses pembiasaan. Kami percaya dengan adanya E-TLE yang dilakukan pertama se-Indonesia, Jakarta memulai dan Polda memulai insyallah proses pembiasaan itu muncul, sehingga nantinya masyarakat tertib lalu lintas karena kesadaran bukan semata-mata ada petugas atau khawatir kena tilang tapi untuk bisa ke sana harus ada langkah-langkahnya," paparnya.

Operasi Patuh Jaya 2020 digelar secara serentak mulai hari ini Kamis 23 Juli 2020 hingga tanggal 5 Agustus 2020. Dalam operasi ini, Polda Metro Jaya mengerahkan pasukan 1.807 personel gabungan TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta

Ada 5 jenis pelanggaran yang jadi prioritas sasaran operasi yakni melawan arus, pengemudi dan penumpang motor tak menggunakan helm SNI, melanggar marka stop line, melintas di bahu jalan tol dan menggunakan rotator atau sirene tidak sesuai ketentuan.

Tonton video 'Penampakan Ruang Henti Khusus Motor di Lampu Merah':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)