Ganjar-Anies Masuk 3 Besar Kandidat Capres, Hensat: Karena Penanganan Corona

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 08:59 WIB
Hendri Satrio
Hendri Satio (Foto: istimewa)
Jakarta -

Hasil survei Charta Politika Indonesia menyebut Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan sebagai kandidat kuat capres RI 2024. Pengamat politik Hendri Satrio (Hensat) menilai ada alasan kuat mengapa mereka bisa menjadi kandidat kuat.

"Kalau kemudian masyarakat baru terpincut tiga nama tadi, Ganjar, Anies, dan Prabowo, kalau Prabowo jelas-jelas faktor nostalgia. Kalau Anies dan Ganjar jelas sekali lantaran penanganan COVID yang dianggap lebih cekatan," ujar Hensat kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

Berdasarkan survei Charta Politika, Prabowo berada di posisi teratas. Sedangkan Ganjar di posisi kedua, disusul Anies.

Hensat berpendapat bahwa nama Prabowo berada di posisi teratas bukan hasil yang mengejutkan. Sebab, sebut dia, Prabowo telah dikenal oleh masyarakat, terutama saat ikut bertarung pada Pilpres 2014 dan 2019.

"Kemudian Pak Prabowo paling atas itu sama sekali tidak mengejutkan karena di presiden yang kemarin di kepala orang-orang masih (merasa) calon presiden, ya, Pak Prabowo. Jadi tidak mengagetkan," kata Hendri.

Lain halnya dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Menurut Hensat, nama kedua kepala daerah itu selalu disorot berkat penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing.

"Pemerintah daerah itu dianggap lebih cekatan ketimbang pusat dalam penanganan COVID. Kalau kepala daerah punya elektabilitas yang lumayan tinggi, pasti karena (penanganan) COVID gitu," tuturnya.

Hensat meyakini kandidat presiden bisa berubah. Ia mengimbau masyarakat tidak meremehkan nama-nama potensial lainnya yang belum masuk bursa capres.

"Menurut saya, menteri-menteri yang berpeluang besar atau pejabat setingkat menteri yang berpeluang masuk di kompetisi Pilpres 2024, misalnya, kalau menteri kan ada Erick Thohir, kemudian ada Tito karnavian. Terus, kalau pejabat setingkat menteri ada Budi Gunawan, ada Hasto Wardoyo," tutupnya.

Survei Charta Politika Indonesia ini dilakukan melalui wawancara telepon dengan metode simple random sampling kepada 2.000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada 6-12 Juli 2020. Margin of error (toleransi kesalahan) survei 2,19% pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Prabowo Subianto: 17,5%
Ganjar Pranowo: 15,9%
Anies Baswedan: 15%
Sandiaga Uno: 11,2%
Ridwan Kamil: 10,1%
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 4%
Tri Rismaharini: 2,1%
Erick Thohir: 2,1%
Khofifah Indar Parawansa: 1,7%
Mahfud Md: 1,3%
Gatot Nurmantyo: 1%
Tidak Jawab/Tidak Tahu: 18,2%

(isa/zak)