Ini Kata Pakar Epidemiologi soal 21 Nakes RSUD Ngudi Waluyo Positif Corona

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 07:49 WIB
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
RSUD Ngudi Waluyo (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Sebanyak 21 tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ngudi Waluyo, Blitar, Jawa Timur, diduga tertular virus Corona (COVID-19) dari komunitas sepeda (gowes) mereka. Pakar Epidemiologi, Pandu Riono mempersoalkan adanya ngobrol-ngobrol usai bersepeda.

"Jangan nyalahin bersepeda, kalau bersepeda itu bagus. Tapi kan mereka tidak hanya bersepeda, ada mereka kongkow, mereka makan bareng, mereka mengobrol," kata Pandu kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

Pandu meyakini puluhan nakes itu tertular Corona bukan karena makan bareng. Namun, karena mengobrol.

"Bukan makan (yang jadi penyebab tertular Corona). (Tapi karena) mereka ngobrol. Jadi, jangan makannya yang disalahin, tapi ngobrolnya itu yang disalahin," terang Pandu.

Pandu menegaskan jarak aman mengobrol yakni 1 meter. Itu pun, tegas dia, wajib menggunakan masker.

Pandu berharap peristiwa puluhan nakes RSUD Ngudi Waluyo positif Corona dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dia mengatakan penularan tidak hanya terjadi di rumah sakit, namun juga di lingkungan sekitar.

"Itu peringatan juga buat nakes yang lain bahwa penularan itu bisa jadi di mana-mana, bukan hanya di rumah sakit. Selama tidak melakukan 3 M, menjaga jarak," harap Pandu.

"Jangan nyalahin komunitas sepeda. Mungkin ada beberapa di antara mereka yang sudah terdeteksi. Buktinya, habis makan-makan ada salah satu yang drop langsung karena dia positif. Kontaknya juga dites. Jadi, ya, semuanya kena (Corona)," tutupnya.

Diketahui, 10 orang nakes ikut gowes ke Bendungan Ngusri, Kecamatan Gandusari, pada Minggu (12/7). Mereka semua menggunakan masker dan jaga jarak.

Namun, saat pulang, mereka menyempatkan untuk beristirahat dan makan bareng di rumah salah satu nakes. Kondisi tersebut membuat sejumlah orang menurunkan bahkan melepas maskernya.

"Sampai di rumah teman itu kami makan bersama. Otomatis semua masker dilepas untuk menikmati hidangan tuan rumah. Mungkin saat itulah penularan airborne terjadi karena di dalam ruangan, walaupun kami usahakan tetap menjaga jarak aman," ungkapnya.

Setelah di-tracking, 21 nakes RSUD Ngudi Waluyo terkonfirmasi positif Corona.

(isa/zak)