Round-Up

Jangan Terprovokasi Gaduh 'Klepon Tidak Islami'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 05:59 WIB
Klepon di Solo.
Kue Klepon (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jakarta -

'Klepon tidak islami', narasi itu tengah diramaikan di jagat media sosial RI. Masyarakat diminta tidak terprovokasi dengan isu klepon tidak islami ini.

Heboh klepon tidak islami ini salah satunya dipicu dari pernyataan salah satu akun media sosial. Akun ini mengklaim jajanan tradisional dengan taburan kelapa itu bukanlah jajanan islami.

'Kue klepon tidak islami. Yuk, tinggalkan jajanan yang tidak islami dengan cara membeli jajanan islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami'. Begitu bunyi klaim isu klepon tidak islami.

Dari mana sebenarnya asal muasal narasi klepon tidak islami ini muncul? Drone Emprit punya analisisnya.

"Pendorongnya adalah residu Pilpres yang tidak kunjung hilang di publik. Orang sudah terpolarisasi," kata analis dan pendiri Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, kepada detikcom, Rabu (22/7/2020).

Terpecahnya masyarakat menjadi dua kelompok yang berhadap-hadapan (polarisasi) sudah terbentuk sejak Pilpres 2019. Meski begitu, model pembuatan isu gaduh seperti ini sudah ada sejak Pilkada DKI 2017, misalnya isu wayang kulit tidak sesuai ajaran Islam, atau yang lebih baru ada isu orang Islam piknik ke candi.

Tonton video 'Viral Klepon Tidak Islami, Pedagang Klepon: dari Mananya?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3