Round-Up

Cerita Penuh Tawa Jokowi dan Gelora

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 22:40 WIB
Fahri Hamzah (tengah) dan Anis Matta (kanan) pimpin Partai Gelora
Ketum Partai Gelora Anis Matta (kanan) dan Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah (tengah). (Foto: Azizah/detikcom)

Sekjen Mahfudz Siddiq mengungkapkan Partai Gelora juga menyampaikan beberapa saran kepada pemerintah tentang penanganan informasi Corona. Setelah itu, kata Mahfudz, suasana mencair. Jokowi juga melemparkan candaan ke Fahri. Jokowi pun disebutnya mengaku 'kangen' pada kritik Fahri.

"Presiden bicara berat badannya turun 3 kilo, cerita santai aja sambil menikmati wedang jahe yang disuguhin. Presiden juga cerita kangen dengan kritik kerasnya Pak Fahri, dan Presiden juga tanyakan 'Kok Pak Fahri tambah gemuk sekarang' gitu. Terus kata Pak Fahri, dia sekarang lebih banyak belajar bisnis, karena sudah nggak di politik, ya jadi berupaya happy sebagai warga negara biasa," ungkap Mahfudz.

Momen Jokowi, Fahri Hamzah dan Fadli Zon bertemu di Istana untuk buka puasa bersama.Momen Jokowi dan Fahri Hamzah bersalaman Foto: Laily Rachev-Biro Pers Setpres

Mahfudz menyebut pertemuan itu berlangsung dalam suasana yang baik di tengah pandemi Corona. Dia juga mengaku pertemuan itu tidak membahas hal-hal sensitif terkait situasi Indonesia.

"Ya silaturahim saja. Cair saja, kita ketawa-ketawa santai dan apa namanya... sejak Gelora ini kan kita juga suka komunikasi juga. Ada yang komunikasi langsung gitu, ya santailah suasananya. Dan nggak ada hal-hal khusus kita bicarakan. Silaturahim saja," tutur dia.

Fahri pun disebut juga melemparkan pujian ke Jokowi. Fahri, kata Mahfudz, mengatakan Jokowi sudah berhasil sebagai Presiden yang memakmurkan rakyat karena berat badannya turun 3 kilogram.

"Makanya Pak Fahri dalam tanda petik sedikit menghibur beliau Presiden. Pak Fahri katakan 'kalau Presiden itu berat badan turun, kalau saya sebagai rakyat biasa berat badannya naik. Itu sudah benar, Pak, itu artinya Presiden berhasil memakmurkan rakyatnya, sampai-sampai berat badan harus turun', ya (mendengar itu) Presiden ketawa. Kita santai lah nggak ada yang terlalu serius, dan berat kita obrolin," lanjut Mahfudz.

Halaman

(azr/gbr)