Survei Charta Politika: Prabowo Menteri Terbaik, Sri Mulyani Kedua

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 18:53 WIB
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto berbincang di proyek lumbung pangan di Kalteng
Prabowo Subianto saat bersama Presiden Jokowi. (Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Menhan Prabowo Subianto menjadi menteri yang dianggap kinerjanya paling baik berdasarkan hasil survei terbaru Charta Politika Indonesia. Kemudian disusul oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Survei dilakukan melalui wawancara telepon dengan metode simple random sampling kepada 2.000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada 6-12 Juli 2020. Margin of error (toleransi kesalahan) survei 2,19 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Hasil survei dirilis oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam diskusi daring bertema 'Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum pada Masa Pandemi COVID-19', Rabu (22/7/2020). Responden diminta menyebutkan nama menteri terbaik berdasarkan metode top of mind (pertanyaan terbuka).

"Kebanyakan nama-nama yang muncul adalah nama-nama yang memiliki tingkat pengenalan (awareness) yang tinggi atau pos kementeriannya mendapatkan sorotan media di saat situasi pandemi COVID-19," kata Yunarto.

Berikut menteri Kabinet Indonesia Maju yang dianggap kinerjanya paling baik:

Prabowo Subianto (Menhan): 12,8%
Sri Mulyani Indrawati (Menkeu): 11,5%
Erick Thohir (Menteri BUMN): 5,8%
Mahfud Md (Menko Polhukam): 4,6%
Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR): 4,2%
Tito Karnavian ( Mendagri): 2,6%
Juliari Batubara (Mensos): 2,2%
Nadiem Makarim (Mendikbud): 2,0%
Susi Pudjiastuti (eks. Menteri KKP): 1,7%
Retno Marsudi (Menlu): 1,5%
Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian): 1,2%
Pramono Anung (Sekretaris Kabinet): 1,0%
Lainnya: 4,5%
Tidak Jawab/Tidak Tahu: 44,4%

Ada hal menarik dari pengujian soal kinerja menteri ini. Muncul nama Susi Pudjiastuti, yang tak lagi berada di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Susi sebelumnya merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan, yang kini digantikan oleh Edhy Prabowo.

"Ada keluar nama Ibu Susi Pudjiastuti karena ini pertanyaan spontan. Kemudian juga tidak semua responden bisa menyebutkan nama menteri," terang Yunarto.

Yunarto WijayaYunarto Wijaya (Ari Saputra/detikcom)

Charta Politika pun mengukur soal menteri atau pimpinan lembaga tinggi negara paling sering terlihat dan/atau terdengar di masa pandemi COVID-19. Paling atas adalah Menteri Kesehatan Terawan dan Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Terawan Agus Putranto (Menkes): 18,6%
Sri Mulyani Indrawati (Menkeu): 13,7%
Doni Monardo (Kepala BNPB / Gugus Tugas: 8,2%
Juliari Batubara (Mensos): 4,3%
Tito Karnavian (Mendagri): 4,0%
Erick Thohir (Meneg BUMN): 3,3%
Nadiem Makarim (Mendikbud): 1,7%
Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian): 1,4%
Abdul Halim Iskandar (Mendes PDT): 1,1%
Fachrul Razi (Menag): 1,1%
Budi Karya Sumardi (Menhub): 1,1%
Idham Azis (Kapolri): 1,0%
Hadi Tjahjanto (Panglima TNI): 1,0%
Lainnya: 1,0%
Tidak Jawab/Tidak Tahu: 36,0%

Yunarto kemudian memberikan analisis mengapa Prabowo Subianto dianggap sebagai menteri terbaik, padahal dalam survei terkait elektabilitas capres, Ketum Gerindra itu trennya cenderung menurun. Ia menyebut ini ada hubungannya dengan masalah popularitas dan informasi yang didapat responden.

"Maka saya berikan kesimpulan bahwa kebanyakan nama yang muncul adalah nama yang memang memiliki tingkat pengenalan lebih besar," ucap Yunarto.

Pria yang akrab disapa Totok ini juga menganggap bukan hal aneh apabila Prabowo dianggap sebagai menteri yang kinerjanya paling baik. Ini berhubungan dengan tingkat pengenalan masyarakat terhadap tokoh.

"Pak Prabowo temuan menteri terbaik bukan kabar baik sama sekali. Hipotesisnya ditopang oleh tingkat pengenalan. Dia seorang capres, tingkat pengenalannya sudah 90 persen jauh di atas menteri lain," sebutnya.

"Tapi untuk orang yang pernah maju pada pilpres tiga kali, dengan tren turun menurut saya ada yang harus diperbaiki oleh image yang dibangun Pak Prabowo kalau beliau ingin maju lagi sebagai capres," tambah Yunarto.

Dia juga menyoroti soal Terawan yang dianggap sebagai menteri yang paling aktif selama pandemi Corona, tapi tidak ada dalam daftar menteri berkinerja baik. Terawan tidak dianggap memiliki kinerja baik saat diuji dengan metode top of mind.

"Meskipun ada yang menarik juga. Posnya Menkes Terawan itu besar juga tapi terbukti dinyatakan menteri teraktif tapi begitu di kinerja menteri terbaik tidak ada satu pun yang menyebutkan nama Terawan ketika diuji dengan pertanyaan terbuka," tutup Yunarto.

(elz/gbr)