Ngaku Bisa Bantu Mutasi TNI, Warga Pariaman Sumbar Diciduk Polisi

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 17:08 WIB
Tersangka penipu bisa bantu mutasi TNI di Padang Pariaman (Jeka Kampai/detikcom).
Tersangka penipu yang mengaku bisa membantu mutasi TNI di Padang Pariaman. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Mengaku sebagai anggota TNI berpangkat kolonel dan bisa membantu mutasi personel TNI, seorang warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ditangkap polisi. Aksi yang dijalankan tersebut berhasil menguras uang korbannya hingga ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu membenarkan kasus tersebut. "Tersangka sudah diamankan di Mapolda," kata Satake kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

Ia mengatakan tersangka yang diamankan tersebut berinisial ADC (48), warga Bandar Manggis, Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman. Penangkapan berdasarkan laporan dari korban 'ER' (56 tahun) asal Tabing, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, yang berharap anaknya bisa dimutasi dari Kodam VI Mulawarman di Kalimantan Timur ke Kodam I Bukit Barisan.

"Modus operandi tersangka meyakinkan korban bahwa dia dapat membantu korban dalam memutasikan menantunya dengan mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Kolonel yang dinas di Mabes TNI," jelas Satake.

Panit II Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar Iptu Nedrawati mengatakan peristiwa itu terjadi sejak Februari 2016 dan baru dilaporkan kepada polisi pada pertengahan 2019. Dari hasil penyidikan, tersangka kemudian diamankan awal pekan lalu.

Kepada korban ER, tersangka meyakinkan bisa membantu mutasi menantunya. Korban yang percaya kemudian bersepakat dengan mengirim uang Rp 252 juta.

"Tersangka kemudian meminta sejumlah uang kepada korban. Kejadiannya berawal Februari 2016 lalu. Korban yang percaya menyepakati dengan mengirimkan uang sebesar Rp 252 juta," kata Nedrawati.

Ia mengatakan uang dikirim dalam beberapa kali transfer. Namun, setelah uang diserahkan, hingga saat ini sang menantu tak juga bisa dimutasi sesuai dengan yang dijanjikan. Korban pun mengadu ke polisi.

Laporan korban tertuang dalam laporan polisi dengan Nomor LP/85/IV/2019/SPKT Sbr tentang dugaan tindak pidana penipuan. Laporan tersebut dibuat pada 8 April 2019.

Polisi sudah mengamankan tersangka dan segera melimpahkannya ke kejaksaan. Bersama tersangka ikut diamankan sejumlah barang bukti berupa print out rekening BRI atas nama tersangka, sejumlah lembaran tanda bukti transfer dan tujuh lembar capture percakapan via SMS antara tersangka dengan korban.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 378 KUHP tentang dugaan tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(gbr/gbr)