Buntut Surat Jalan, Pengacara Djoko Tjandra Inisial ADK Diperiksa Polisi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 14:56 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: dok. Divisi Humas Polri)
Jakarta -

Polri mengatakan telah memeriksa pengacara buron terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berinisial ADK. Pemeriksaan ini disebut Polri bersifat berkelanjutan.

"Kemarin juga kita memeriksa pengacaranya, tapi belum selesai. Pengacaranya itu inisial ADK, sudah kita lakukan pemeriksaan, tapi belum selesai, Nanti juga ada pemeriksaan lanjutan kepada pengacara ADK tadi," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2020).

Argo tak membeberkan lebih jelas terkait siapa pemilik inisial tersebut. Namun diketahui belakangan ini pengacara Djoko Tjandra yang sering muncul di hadapan publik adalah Anita Dewi Kolopaking dan Andi Putra Kusuma.

Selain itu, Argo menyebut pihaknya turut memeriksa Kepala Tata Usaha Bareskrim Polri. Pemeriksaan ini dilakukan terkait dengan proses keluar-masuk surat jalan terhadap buron hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut.

"Dan untuk hari ini, rencananya kegiatannya adalah kita akan periksa daripada Kataud (Kepala Tata Usaha) Bareskrim yang nanti kita menanyakan berkaitan dengan keluarnya surat jalan seperti apa di sana. Nanti Kataud kita periksa," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri masih terus menyelidiki kasus pelarian terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. Keterlibatan pihak luar Polri pun tengah didalami.

"Untuk pihak-pihak yang terkait di luar institusi Polri saat ini sedang dalam proses lidik dan pendalaman lebih lanjut," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan, Senin (20/7).

Listyo sebelumnya juga memastikan eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo yang menerbitkan surat jalan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra diproses pidana. Prasetijo diduga kuat menyalahgunakan wewenang dan membuat surat palsu.

(dhn/dhn)