Maju Pilwalkot, Kadis Perikanan dan Pertanian Makassar Mundur dari ASN

Ibnu Munsir - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 14:37 WIB
Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Kota Makassar Basri Rahman (Ibnu Munsir-detikcom).
Foto: Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Kota Makassar Basri Rahman (Ibnu Munsir-detikcom).
Makassar -

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Rahman Bando mengajukan pengunduran diri alias pensiun dini sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Rahman diketahui Mundur karena ingin maju di Pilwalkot Makassar 2020.

"Pak Rahman Bando (mengajukan pensiun dini) untuk kepentingan pencalonan menjadi Wakil Wali Kota," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar Basri Rahman, Rabu (22/7/2020).

Proses pengunduran diri Rahman dari ASN kini sudah diajukan BKD Makassar ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Pak Rahman Bando disetujui tidak bisa ditahan haknya orang, kita harus minta izin secara tertulis Kemendagri melalui Gubernur. Kalau prosesnya cepat, kita balas persetujuannya cepat juga, harus ke Gubernur yang berkomunikasi langsung dengan Kementerian Dalam Negeri," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Rahman Bando menyebut dirinya memang ingin mundur dari ASN ketika memasuki usia 50 tahun. Terkait alasan mundur karena ingin maju Pilwalkot Makassar, Rahman hanya mengisyaratkan jika dia ingin mengurus keluarga dan masyarakat saat pensiun.

"Saya sering mengatakan Insyaallah di usia 50 saya mau pensiun sebagai PNS, iya saya begini saya urus pensiun dini tidak berstatus PNS ya tentu nanti kita lihat lagi apa yang kita tekuni mengurus keluarga kah atau kembali mengurus masyarakat melalui urusan jalur yang lain atau apa saja," kata Rahman.

Lebih lanjut Rahman mengaku akan menentukan sikapnya saat sudah resmi tidak menjadi ASN di Pemkot Makassar. Ia menolak untuk berkomentar lebih jauh soal niatnya maju di Pilwalkot Makassar.

"Nanti saja saya sudah bebas menentukan pilihan-pilihan profesi dan aktivitas setelah semua selesai, tidak komentar Pilkada, saya fokus dulu di urusan kepegawaian saya," imbuhnya.

Tonton video 'Kemenkes Bolehkan Tinta Celup Jari di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)