ADVERTISEMENT

Pelesetan, Ini Alasan Pemprov DKI Pakai 'OK Prend' pada Razia Masker

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 13:36 WIB
Pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melaksanakan sanksi kerja sosial dengan menyapu sampah di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2020).
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program operasi kepatuhan peraturan daerah (OK Prend) untuk mengawasi penggunaan masker di Ibu Kota. Seperti apakah razia yang dinamakan OK Prend itu?

"Nah kenapa diberikan nama OK Prend? O-nya Operasi, K-nya Kepatuhan, Prend-nya kami mempelesetkannya atau mengakronimnya itu singkatan peraturan daerah," kata Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin saat dihubungi, Rabu (22/7/2020).

Kata 'Prend', menurut Arifin, juga bisa diartikan sebagai sahabat. Hal itu merujuk pada kata 'friend' dalam bahasa Inggris.

"Atau kami lebih memperkenalkan Prend itu kenal, sahabat. Prend kan sahabat, teman, nah itulah sandi OK Prend itu dengan harapan warga melihat mempersepsikan Satpol PP itu sahabat masyarakat, bukan musuhnya masyarakat yang harus dicaci dibenci, bukan. Tapi Satpol PP adalah sahabatnya masyarakat," jelasnya.

Arifin mengatakan kata 'sahabat' juga menggambarkan bahwa Satpol PP adalah sahabat masyarakat DKI. Arifin menyebut sesama sahabat harus saling mengingatkan.

"Sebagai sahabat yang baik maka Satpol PP memerankan itu mengingatkan kepada sahabatnya untuk tidak melakukan pelanggaran berkaitan dengan masalah penggunaan masker. Jadi dengan kata sahabat itu kita mengingatkan masyarakat yang tidak menggunakan masker dengan kita lakukan dengan cara-cara yang santun. Ramah, humanis, dan sebagainya tanpa mengurangi prinsip-prinsip penegasan dalam penindakan hukum," ungkapnya.

"Itulah sahabat yang baik kalau sahabatnya melanggar. Bentuk kegiatannya apa? Adalah melakukan razia ataupun operasi di tempat-tempat keramaian warga, apakah itu di ruas-ruas jalan, apakah itu di fasilitas umum ya, atau tempat-tempat dimungkinkan informasi kerumunan masyarakat yang berpotensi tidak menggunakan masker," sambungnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT