Tingkatkan Pengawasan Penggunaan Masker, Satpol PP DKI Gelar Razia OK Prend

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 12:53 WIB
Satpol PP meminta pengendara motor mengenakan masker saat pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (13/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mobil dan motor mematuhi aturan PSBB yang diterapkan di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menggelar razia penggunaan masker. Razia tersebut dinamakan OK Prend atau operasi kepatuhan peraturan daerah dan sudah dimulai sejak Selasa (21/7) kemarin.

Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan, razia OK Prend ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan penggunaan masker. Hal itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020.

"OK Prend dimulai kemarin hari Selasa, kita sudah mulai lakukan soft launching, operasi namanya OK Prend, OK Prend itu dalam rangka menegakkan peraturan daerah secara khusus yang berkaitan dengan kebijakan aturan penggunaan masker," ujar Arifin saat dihubungi, Rabu (22/7/2020).

"Nah kenapa diberikan nama OK Prend, O-nya operasi, K-nya kepatuhan. Prendnya kami memplesetkannya atau mengakronimnya itu singkatan peraturan daerah, atau kami lebih memperkenalkan Prend itu teman, sahabat. Prend kan sahabat, teman. Nah itu lah sandi OK Prend itu dengan harapan warga melihat, mempersepsikan Satpol PP itu sahabat masyarakat, bukan musuhnya masyarakat yang harus dicaci, dibenci, bukan. Tapi satpol PP adalah sahabatnya masyarakat," sambungnya.

Arifin menjelaskan, lokasi razia nantinya akan berada di ruas-ruas jalan, fasilitas umum dan tempat keramaian lainnya. Untuk di ruas jalan, Satpol PP akan menghentikan pengendara yang tidak menggunakan masker.

"Bentuk kegiatannya apa? Bentuk kegiatannya adalah melakukan razia ataupun operasi di tempat-tempat keramaian warga, apakah itu di ruas-ruas jalan, apakah itu di faislitas umum ya atau tempat-tempat dimungkinkan informasi kerumunan masyarakat yang berpotensi tidak menggunakan masker," katanya.

Arifin mengatakan, hingga saat ini jumlah pelanggaran penggunaan masker lebih dari 29 ribu. Sementara, jumlah denda yang dibayarkan dari pelanggaran penggunaan masker lebih dari Rp 300 juta.

"Sebenarnya gini, bicara tentang sanksi pelanggaran denda, masker itu kami sudah lakukan penindakan 29 ribu pelanggaran masker yang sudah kami tindak. Bicara denda sudah 300 sekian juta yang sudah membayarkan dari pelanggaran masker," katanya.

Tonton video 'Jangan Lupa Pakai Masker! Antisipasi Mikrodroplet Tularkan Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)