Analisis: Isu 'Klepon Tidak Islami' Sengaja Dibikin Picu Kegaduhan

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 12:31 WIB
Kue Klepon disebut jajanan tak islami
Foto ilusrasi: Klepon (iStock)

False flag atau adu domba?

Di media sosial, muncul analisis awal bahwa isu klepon tidak Islami adalah strategi false flag, yakni pihak satu yang hendak menyerang pihak dua berperilaku seolah sebagai pihak dua, supaya memicu bully ke pihak dua di media sosial.

"False flag harus ada pihak yang menciptakan itu. Saya belum bisa buktikan itu dari data. Ini karena saat ini siapapun bisa bikin meme yang bagus," kata Fahmi.

Fahmi tidak bisa memastikan apakah isu klepon tidak Islami ini merupakan operasi false flag atau bukan. Dia juga tidak melihat ini sebagai upaya adu domba. Soalnya, upaya adu domba haruslah dilakukan oleh orang di luar dua kelompok yang bersengketa.

"Kalau adu domba berarti ada pihak ketiga kan. Ini saya tidak tahu bahwa ini dari pihak yang mana," kata Fahmi.

Analisis medsos

Fahmi yang merupakan lulusan S3 Computational Linguistics Universitas Groningen Belanda ini menggunakan keyword 'klepon' untuk mengetahui hasil pencarian di internet. Dia juga mencoba mencari gambar klepon yang diunggah untuk memicu isu klepon tidak Islami, yakni beberapa klepon di atas wadah tembikar.

Ketemulah gambar serupa meme 'kue klepon tidak Islami' itu di Pinterst. Yandex menemukan dua foto yang mirip sekali. TinEye menemukan tujuh sumber yang mirip. Adapun situs pencarian Bing malah mengira klepon adalah sejenis brokoli.

Drone Emprit mengambil data dari media online, Twitter, Facebook, dan Instagram. Ternyata mention 'klepon' paing banyak ada di Twitter. Pada 21 Juli pukul 18.00 WIB kemarin, sudah ada 10.066 akun yang memention 'klepon' di Twitter.

Di Twitter, isu klepon mulai melejit pada Selasa (21/7) pukul 10.00 WIB kemarin. Meski begitu, yang ramai duluan adalah di platform Facebook sekitar dua jam sebelumnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3