Kepala BP2MI Laporkan Penipuan yang Catut Namanya ke Polda Metro

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 11:59 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani
Foto: Benny Rhamdani. (Citra Nur Hasanah / 20detik).
Jakarta -

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melaporkan kasus penipuan yang mencatut namanya dan staf BP2MI ke Polda Metro Jaya. Penipuan diketahui setelah dirinya melakukan penggerebekan terhadap perusahaan penyalur PMI akhir pekan lalu.

"Saya ingin menyampaikan suatu peristiwa tindak pidana penipuan yang mengatasnamakan saya pribadi sebagai Kepala BP2MI dan mengatasnamakan salah satu staf BP2MI. Saya meminta masyarakat agar berhati-hati jika ada orang atau oknum yang meminta-minta uang dengan nama pribadi saya atau BP2MI. Saya tegaskan bahwa itu tidak benar dan hanya modus penipuan," ungkap Benny dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2020).

Ia mengungkap, ada oknum mencatut namanya kepada 2 perusahaan penyalur PMI yang ia gerebek. Akibat penipuan itu, kata Benny, 2 perusahaan akan menyalurkan PMI secara ilegal.

Seorang yang telah melakukan penipuan tersebut adalah terkait dengan peristiwa penggerebekan yang telah dilakukan BP2MI terhadap 2 perusahaan swasta yang akan mengirimkan 19 calon PMI ke Thailand. Perusahaan itu akan memberangkatkan calon PMI secara non prosedural dan kasusnya telah saya laporkan secara resmi Kepada Bareskrim pada Selasa kemarin tanggal 21 Juli 2020," tuturnya.

Benny mengatakan, penipu itu telah berhasil meminta uang sebesar 30 juta kepada pihak perusahaan yang ia grebek tersebut. Pihak perusahaan juga telah memiliki bukti transfer dan nomor telepon yang digunakan si penipu dengan mengatasnamakan Kepala BP2MI.

"BP2MI tidak pernah gentar menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang tidak sejalan dengan kebijakan BP2MI. Saat ini genderang perang sindikasi pengiriman PMI secara non prosedural telah ditabuh, BP2MI akan laksanakan tanpa pandang bulu dengan siapa yang di belakang para sindikasi tersebut," tegas Benny.

Laporan penipuan tersebut telah dilayangkan BP2MI ke Polda Metro Jaya hari ini. Benny menyatakan, BP2MI mengharapkan agar aparat hukum kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan sampai tuntas, karena tindakan penipuan tersebut telah mencemarkan nama baik Kepala BP2MI dan BP2MI secara kelembagaan.

"Saya juga memohon dukungan masyarakat untuk memerangi sindikasi pengiriman PMI secara non prosedural. Ini dilakukan demi melindungi PMI sebagai warga Negara VVIP dan juga demi kesejahteraan PMI," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala BP2MI Benny Rhamdani menggerebek sebuah apartemen di Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Jumat (17/7) malam. Petugas menemukan 19 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang rencananya akan disalurkan ke Thailand secara ilegal.

"19 calon PMI ini akan dijanjikan untuk bekerja di sektor perhotelan dengan gaji Rp 10-20 juta per bulannya. Mereka juga wajib membayar uang sebesar Rp 25 juta kepada perusahaan dan dijanjikan akan diberangkatkan dalam waktu dua minggu," jelas Benny.

Usai penggerebekan itu, BP2MI melaporkan dua perusahaan penyalur PMI ke Bareskrim Polri. Dua perusahaan itu dipastikan ilegal atau tidak memiliki izin untuk menyalurkan tenaga kerja.

"Dari hasil penelusuran kami, 2 perusahaan sebagaimana keterangan para calon PMI yaitu PT Duta Buana Bahari dan Nadies Citra Mandiri. Ini bukanlah perusahaan yang memiliki izin untuk melakukan perekrutan dan penempatan pekerja migran Indonesia yang harusnya izin setiap P3MI (perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia) itu dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja," terang Benny.

(elz/tor)