Turis Lokal Diviralkan Saat Minum Miras di Pantai Kuta, Ini Kata Desa Adat

Angga Riza - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 11:14 WIB
Pantai Kuta Bali
Foto ilustrasi Pantai Kuta Bali. (Angga Riza/detikcom)
Badung -

Sebuah video yang menunjukkan turis lokal di Pantai Kuta, Badung, Bali, membawa minuman keras diprotes seseorang dan diambil minumannya viral. Pihak desa adat setempat menyatakan memang tak etis minum miras di pantai.

Dalam video berdurasi 2 menit 13 detik yang viral itu, tampak sekelompok muda-mudi tengah duduk-duduk di pinggir pantai. Terlihat minuman soda dan 2 botol minuman keras. Salah satu botol sudah kosong, satunya lagi masih berisi penuh.

Kemudian ada seseorang yang mengambil botol minuman yang masih penuh. Satu orang lagi memvideokannya sambil menegur sekelompok orang itu.

"Ini ada orang-orang yang membawa minuman keras. Lokasi di pantai. Ini orang-orangnya, perhatikan," kata orang di balik kamera sambil kemudian menunjukkan botol yang sudah kosong.

Salah seorang dari kelompok pengunjung menyatakan sudah meminta izin. Ia memberi tahu berkumpul bersama saudara dan teman-temannya. Perempuan tersebut juga mempertanyakan kenapa minumannya diambil.

"Ini mereka minta izin untuk bawa minuman biasa, tapi bawa minuman keras. Ini tentu tidak bagus untuk generasi kita," ucap pria yang merekam peristiwa itu.

Kemudian tampak seorang petugas berbicara dengan salah seorang dari kelompok pengunjung tersebut. Dari gesturnya, sang pengunjung tampak meminta maaf. Mereka akhirnya bubar dan pergi dari Pantai Kuta.

Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista, mengatakan dirinya sudah mendapat informasi soal kejadian itu, tapi dia belum mencari tahu detailnya. Ia juga menjelaskan tidak ada peraturan yang melarang membawa minuman keras di area pantai, tapi itu soal etika.

"Saya belum lihat itu, dari Desa Adat masalah pelarangan tidak ada itu, itu masalah soal etika aja kita dari desa adat tidak ada larangan itu. Kalau minuman bir dan lain sebagainya kan di Pantai Kuta kan jual bukan dari Desa Adat itu, saya belum lihat itu bener karena saya jarang main Facebook tapi tadi sempat ditanyakan sama teman-teman pengurus. Nanti saya cek dulu gitu saya harus cek kebenarannya siapa yang buat saya juga belum lihat ini," kata Wasista saat dihubungi detikcom, Rabu (22/7/2020).

"Yang jelas aturannya tidak ada, cuma etikanya kalau orang minum di pantai kan membawa minuman keras itu kan nggak etis lah, kalau minum-minum seperti whiskey dan lain sebagainya kan ada tempatnya di bar, kan ada itu," tambah dia.

Saat ini Pantai Kuta memang sudah dibuka untuk pengunjung setelah sempat ditutup karena pandemi virus Corona (COVID-19). Namun Pantai Kuta belum dibuka untuk pedagang di area pantai.

"Kan sementara kita masih tertutup untuk pedagang ini untuk pengunjung sudah new normal ini, kita petugas pantai kan ya udah ada yang jaga di sana kesibukan lainnya juga ada tidak bisa setiap hari mengontrol ke pantai tapi petugas jaganya sudah ada nanti saya cek ya biar ndak salah, saya cek dulu siapa yang memviralkan atau dari mana sumbernya dari mana saya orang tidak bermain Facebook ya," jelas Wasista.

Sementara itu, dari pihak Bendesa adat juga akan mengecek beredarnya video tersebut. Wasista menegaskan bahwa dalam video tersebut bukan perintah dari Bendesa Adat.

"Tidak ada dari desa adat, memang kita tidak ada memerintahkan itu orang saya dari desa adat melepas pantauan, di luar bendesa adat. Sekarang memang saya mau cek ke lapangan dulu saya mau tanya-tanya dulu pengurus saya yang sering main Facebook bagaimana kebenarannya apa beritanya dan kejadian-kejadian seperti apa biar saya ndak salah memberikan komentar nanti," ungkapnya.

Tonton video 'Petugas Sita Miras Oplosan Saat Razia Tempat Hiburan Malam di Subang':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/tor)