Beredar Video Mobil Jenazah PDP Corona di Makassar Dicegat, Begini Ceritanya

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 16:14 WIB
Seorang wanita di Makassar naik ke atas mobil jenazah memohon agar ibunya tidak dimakamkan dengan protokol COVID-19 (dok. Istimewa).
Seorang wanita di Makassar naik ke atas mobil jenazah memohon agar ibunya tidak dimakamkan dengan protokol COVID-19. (dok. Istimewa)
Makassar -

Video seorang perempuan mencegat mobil gugus tugas COVID-19 di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), beredar di media sosial. Perempuan itu mencegat dengan cara naik ke atas kap depan mobil sambil menangis histeris.

Belakangan diketahui, perempuan di video itu bernama Andi Arni Esa Putri Abram (24). Arni menangis setelah jenazah ibunya, Nurhayani Abram (48), hendak dibawa tim gugus tugas COVID-19 dari RS Bhayangkara Polda Sulsel ke Kompleks Pemakaman Khusus COVID-19 di Macanda, Gowa.

"Pas saya ke meja perawat mereka bilang, 'Oh tidak, Dek, ini karena PDP tidak bisa dibawa pulang, tidak adaji biayanya,'" ucap Andi Arni kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Andi Arni menyebut insiden dalam video itu terjadi pada Sabtu (16/5). Dia beralasan nekat mencegat mobil milik tim gugus tugas karena tak terima ibunya ditetapkan sebagai PDP dan dimakamkan dengan protokol Corona.

Andi Arni bercerita, insiden itu dimulai pada Jumat (15/5), sekitar pukul 16.30 Wita, atau sehari sebelum kejadian. Saat itu, Andi Arni dan adiknya membawa ibunya ke RS Bhayangkara Polda Sulsel lantaran menderita gejala stroke berupa separuh bagian tubuh ibunya tak bisa digerakkan.

Namun pada malam harinya, yakni sekitar pukul 11.30 Wita, sang ibu meninggal dunia. Ayahnya yang datang belakangan ke rumah sakit lantas meminta Andi Arni menyelesaikan pembayaran ke pihak RS. Saat itulah pihak RS menolak pembayaran dari keluarga Andi Arni lantaran jenazah ibunya dinyatakan PDP Corona.

"Saya bilang, 'Ih tidak COVID ji Ummi' ku (ibuku), meninggal stroke i, tidak ada ji kasian COVID-nya, tidak ada yang bisa buktikan kalau COVID ummi' ku,'" terang Andi Arni.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3