Positivity Rate Corona DKI 12,9%, Pimpinan DPRD Ingatkan 4 Hal Ini

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 07:39 WIB
Zita Anjani
Zita Anjani (Foto: Instagram @zitaanjani)

Zita mengatakan kebijakan yang diambil DKI Jakarta saat ini adalah berbasis data. Dia juga meminta apabila kasus Corona naik, maka DKI harus memperketat PSBB.

"DKI hari ini menurut saya, yang terbaik untuk penanganan COVID. Karena semua kebijakan DKI hari basisnya data. Kalau jumlah penyebaran naik, kita harus berani untuk tutup lagi, namanya juga transisi," katanya.

"Dancing with COVID-19 kan memang begitu, kalau angkanya naik kita tutup. Kalau angkanya turun signifikan, kita buka lagi. Langkah tersebut harus diambil. Keselamatan warga jauh lebih penting," sambungnya.

Lebih lanjut, Zita berharap agar DKI terus meningkatkan jumlah tes Corona. Serta meningkatkan fasilitas kesehatan.

"Memang test rate harus tinggi. Persepsi soal bahaya COVID juga harus tinggi di masyarakat. Selain itu, kami juga sarankan pastikan fasilitas kesehatan ready. Baru kita bisa membuka lagi," tandasnya.

Dilihat dari situs resmi Corona di DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id, pada 19 Juli 2020, dilakukan tes PCR pada 2.824 orang, 2.794 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 361 positif dan 2.433 negatif.

Sehingga positivity rate kasus baru harian di Jakarta sebanyak 12,9%. Nilai ini lebih tinggi dari yang pernah disampaikan oleh Gubernur Anies Baswedan pada Minggu (12/7) dengan nilai 10,5%.


(lir/knv)