Tahanan Narkoba di Polda Jambi Meninggal, Polisi: Sudah Beberapa Hari Sakit

Ferdi Almunanda - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 22:17 WIB
ilustrasi jenazah
Ilustrasi Jenazah (Thinkstock)
Jambi -

Seorang tahanan narkoba berinisial IP (29) tewas setelah 10 hari ditahan di Polda Jambi. Polisi menyebut IP mengalami sakit saat dibui.

"Yang bersangkutan itu sudah ditahan sudah beberapa hari dan mengalami sakit, tidak bisa buang air besar (BAB) dan sudah diobati, kemudian ada sesak napas, diperkirakan juga jantung," kata Direktur Narkoba Polda Jambi Kombes Dewa Putu Gede kepada detikcom, Selasa (21/7/2020).

"Saat yang bersangkutan sesak napas dan tidak bisa BAB ada saksi tahanan yang melihatnya dan ada dokter yang memeriksanya," imbuhnya.

Tahanan narkoba itu diketahui tewas pada Sabtu (18/7). Dewa menerangkan, sebelum tewas, IP sempat dilarikan ke Rumah Sakit untuk dilakukan perawatan. Polisi juga menjelaskan, IP pernah dilarikan ke RS dua hari sebelumnya lantaran alami sesak napas.

Dalam kasusnya ini, IP diketahui salah satu kurir narkoba dan pengguna aktif narkoba jenis sabu. Dia ditangkap beberapa minggu lalu, setelah 10 hari ditahan, kemudian meninggal.

"Meninggalnya di rumah sakit, pukul 00.45 WIB merasa sesak napas tapi bisa jalan dan ngomong, setelah dirawat pukul 04.45 WIB meninggal," ujar Dewa Putu.

"IP ini juga sempat masuk ruangan ICU. Denyut jantung terlalu keras, kemudian meninggal dunia, saya juga cukup prihatin, karena BAP sudah berjalan, tinggal pengiriman ke kejaksaan," lanjut Dewa.

Secara terpisah, ibunda kandung IP, Ernawati, membantah keterangan polisi terkait penyebab meninggalnya sang putra saat sedang menjalani masa tahanan. Ernawati mengatakan anaknya itu tidak ada riwayat sakit jantung, bahkan dalam kondisi sehat sebelum ditangkap.

"Anak aku sehat, tidak ada yang namanya sakit jantung, keluarga kami juga tidak ada riwayat sakit jantung. Lalu sebelum ditangkap kondisinya juga sehat, tetapi setelah ditangkap lalu beberapa hari setelah ditangkap aku jenguk di tahanan agak beda, di dadanya itu aku lihat getarannya cukup kuat, lalu aku tanya kenapa kata anak aku dia dadanya sakit dan susah napas. Kemudian ada di bagian mata sebelah kiri kayak seperti darah, tetapi sudah warna biru dan ada beberapa memar," ujar Erna.

Ernawati hanya bisa berdoa agar semua yang terjadi akan ada balasannya. Dia pun sudah mengikhlaskan atas meninggalnya anaknya itu, namun tetap berharap sebagai masyarakat kecil agar tuhan lah yang membalas semua yang terjadi.

"Aku sedih kalau menceritakannya bagaimana kondisi anak aku. Aku sebenarnya sudah rela kalau anak aku sudah tidak ada, aku rela tetapi aku berdoa biar tuhan lah yang membalas," ujar Erna sambil tersedu-sedu meratapi kematian anaknya.

Sementara, jasad tahanan itu kini sudah dimakamkan. Polisi telah menyerahkan jasad tahanan narkoba itu ke pihak keluarga setelah dinyatakan meninggal.

(idn/idn)