Ini Penyebab Elektabilitas Ganjar-Anies Salip Prabowo di Survei Indikator

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 19:03 WIB
Burhanuddin Muhtadi
Burhanuddin Muhtadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Berdasarkan survei terbaru Lembaga survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan lebih tinggi dibanding Prabowo Subianto terkait Pilpres 2024. Ada faktor penunjang mengapa dua kepala daerah itu elektabilitasnya mengalahkan Prabowo.

"Faktor utamanya memang karena faktor visibility," ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam perbincangan, Selasa (21/7/2020).

Visibility yang dimaksud Burhanuddin adalah terkait penanganan virus Corona (COVID-19). Kepala daerah menjadi pihak yang terus mendapat perhatian selama masa pandemi.

"Beberapa bulan terakhir panggung penanganan COVID bergeser ke daerah. Maka kepala daerah dengan populasi pemilih besar yang pintar mengambil momentumlah yang dapat insentif elektoralnya karena mereka lebih sering tampil di media," kata Burhanuddin.

"Padahal satu-satunya isu yang membetot perhatian publik adalah COVID. Ini yang menjelaskan mengapa elektabilitas Prabowo turun karena posisi beliau sebagai Menhan tidak langsung bersentuhan dengan COVID," lanjutnya.

Pada survei terbaru Indikator, Ganjar Pranowo yang merupakan Gubernur Jawa Tengah itu berada di posisi teratas di angka 16,2%. Kemudian disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan perolehan 15%. Sementara Prabowo Subianto ada di posisi ketiga dengan angka 13,5%.

Selanjutnya, di posisi keempat ada pasangan Ketum Gerindra tersebut di Pilpres 2019, Sandiaga Uno, yang mendapat perolehan 9,2%. Setelah Sandiaga, ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang berhasil memperoleh angka 8,6%.

Survei dilakukan menggunakan wawancara melalui telepon kepada 1.200 responden pada 13-16 Juli dengan metode simple random sampling. Margin or error pada survei ini kurang-lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.

"Sebenarnya elektabilitas Ganjar, Anies dan Prabowo dalam margin of error plus minus 2,9%. Artinya, kita tidak bisa mengklaim Ganjar lebih unggul ketimbang Anies atau Prabowo. Demikian juga sebaliknya," sebut Burhanuddin.

Menurut dia, hasil survei di masa pandemi Corona ini tak bisa menjadi patokan. Burhanuddin mengatakan peta pencapresan pada Pilpres 2024 bisa lebih ketat di kemudian hari.

"Apalagi Sandiaga dan Ridwan Kamil juga mendapat dukungan signifikan. Intinya, peta 2024 masih jauh dan lebih kompetitif," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, nama Ganjar Pranowo mengalahkan Prabowo dan Anies Baswedan dalam survei terbaru lembaga Indikator Politik terkait elektabilitas capres. Survei soal capres pilihan dilakukan dengan menyodorkan 15 nama kepada responden.

Pertanyaan survei adalah: "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut ini?"

Hasilnya sebagai berikut:

- Ganjar Pranowo 16,2%
- Anies Baswedan 15%
- Prabowo Subianto 13,5%
- Sandiaga Salahuddin Uno 9,2%
- Ridwan Kamil 8,6%
- Agus Harimurti Yudhoyono 6,8%
- Khofifah Indar Parawansa 3,6%
- Puan Maharani 2%
- Gatot Nurmantyo 1,4%
- Tito Karnavian 1,3%
- Erick Thohir 1%
- M Mahfud MD 0,8%
- Airlangga Hartarto 0,3%
- Budi Gunawan 0,2%
- Muhaimin Iskandar 0,2%
- Tidak Tahu/Tidak Jawab 19,9%

Indikator Politik Indonesia juga mencantumkan hasil survei elektabilitas sebelumnya. Dari data tersebut, diketahui elektabilitas Ganjar terus naik dari Februari 2020. Sementara elektabilitas Anies Baswedan sempat turun, namun kini naik lagi. Adapun elektabilitas Prabowo terus turun.

Berikut elektabilitas Ganjar, Anies dan Prabowo di 3 survei terakhir Indikator Politik Indonesia (2020):

- Ganjar
Februari: 9,1%
Mei: 11,8%
Juli: 16,2%

- Anies
Februari: 12,1%
Mei: 10,4%
Juli: 15%

- Prabowo
Februari: 22,2%
Mei: 14,1%
Juli: 13,5%

Tonton video 'Survei Indikator: Elektabilitas Anies Turun, RK-Ganjar Naik':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/imk)