Survei Indikator: Tingkat Kepuasan ke TNI-Polri di Atas KPK

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 17:22 WIB
Pasar Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, siap dibuka pada 15 Juni mendatang. TNI dan Polri terlihat berjaga di Pasar Blok A Pasar Tanah Abang.
Ilustrasi TNI/Polri (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Survei Indikator Politik melakukan survei terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam penanganan pandemi virus Corona (COVID-19). Kepuasan publik terhadap Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang kini berganti nama menjadi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19.

"Kepuasan terhadap Gugus tugas mengalami kenaikan," ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil rilis melalui diskusi daring bertema 'Perubahan Opini Publik terhadap COVID-19: Dari Dimensi Kesehatan ke Dimensi Ekonomi', Selasa (21/7/2020).

Burhanudin melaporkan ada kenaikan kepuasan publik terhadap kinerja Satgas COVID-19 yang dipimpin oleh Doni Monardo. Berikut ini perbandingan kenaikan kepuasan tersebut:

Survei Mei 2020:
Sangat Puas: 8,7%
Cukup Puas: 55%
Kurang Puas: 24%
Tidak Puas Sama Sekali: 1,9%
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 10,4%

Survei Juli 2020:
Sangat Puas: 2,2%
Cukup Puas: 60,2%
Kurang Puas: 25,2%
Tidak Puas Sama Sekali: 3,0%
Tidak Jawab/tidak tahu: 9,4%

Indikator juga melakukan survei kepuasan terhadap kepolisian dalam penanganan Corona. Ada kenaikan sedikit dibanding survei pada Mei 2020. Dalam survei terbaru, kepuasan publik kepada polisi dalam membantu pelaksanaan kebijakan penanganan pandemi Corona sebesar 82,6% (gabungan sangat puas dan cukup puas).

"Polisi sedikit ada kenaikan, secara umum tidak berbeda jauh. Penanganan oleh polisi relatif dinilai baik," sebut Burhanuddin.

Selain itu, publik diminta mengukur soal keamanan selama pandemi Corona yang dilakukan TNI dan Polri. Publik ditanya dengan pertanyaan: seberapa yakin ibu/bapak terhadap pihak TNI/Polri dalam menjaga keamanan selama masa pandemi Corona berlangsung?

Hasilnya adalah:

Polri
Sangat Yakin: 9,3%
Cukup Yakin: 74,8%
Kurang Yakin 13,5%
Tidak Yakin Sama Sekali: 0,3%
Tidak Jawab/Tidak Jawab: 2,1%

TNI
Sangat Yakin: 15,2%
Cukup Yakin: 73,1%
Kurang Yakin: 8,7%
Tidak Yakin Sama Sekali: 0,2%
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 2,8%

"Polisi dalam menangani keamanan dianggap relatif baik. TNI juga relatif baik. TNI dan Polri kompak atau tidak, (jabawannya) relatif kompak," kata Burhanuddin.

Soal kekompakan TNI/Polri, 81,1% responden menganggap kedua institusi itu kompak dalam membantu penanganan pandemi Corona. Indikator juga mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap institusi. TNI menjadi lembaga yang paling dipercaya publik.

"Institusi yang paling dipercaya adalah TNI kemudian disusul Presiden. Polisi mengalami penurunan. Antara polisi dan KPK beda sedikit, polisi di atas KPK. Kinerja presiden secara umum, tidak berbeda dengan survei sebelumnya. Ada sedikit penurunan tapi tidak signifikan," terang Burhanuddin.

Berikut ini hasil kepercayaan publik terhadap institusi yang ada di Indonesia:

TNI: 88%
Presiden: 79,1%
Polisi: 75,3%
KPK: 74,7%
Kejaksaan: 68,4%
MPR: 63,2%
DPD: 58,5%
DPR: 57,6%

Survei dilakukan menggunakan wawancara melalui telepon kepada 1.200 responden pada 13-16 Juli dengan metode simple random sampling. Margin or error pada survei ini kurang-lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.

(elz/imk)