Survei Indikator: 60,6% Responden Ingin PSBB Dihentikan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 13:30 WIB
Poster
PSBB (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hasilnya, mayoritas responden ingin PSBB dihentikan.

Dilihat detikcom, Selasa (21/7/2020), survei dilakukan pada 13-16 Juli 2020. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang yang dilakukan pada rentang 2 tahun terakhir.

Survei dilakukan melalui wawancara via sambungan telepon. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara adalah 'Di antara dua pernyataan mengenai penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berikut ini, mana yang paling dekat dengan pendapat Ibu/Bapak?'.

Hasilnya, 60,6 persen responden ingin agar PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi segera berjalan. Angka ini berbanding terbalik dari survei bulan Mei 2020 yang menginginkan PSBB dilanjutkan.

"Saat ini, mayoritas publik cenderung menghendaki PSBB dihentikan agar perekonomian bisa segera berjalan, 60.6%," demikian keterangan Indikator.

Berikut rincian hasil surveinya:

Juli 2020
1. PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi segera berjalan: 60,6%
2. Sebaiknya PSBB dilanjutkan agar penyebaran COVID-19 bisa diatasi: 34,7%
3. TT/TJ: 4,7%

Mei 2020
1. PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi segera berjalan: 43,1%
2. Sebaiknya PSBB dilanjutkan agar penyebaran COVID-19 bisa diatasi: 50,6%
3. TT/TJ: 6,3%

Tonton video 'Gugus Tugas Corona Jadi Satgas, Bedanya Apa?':

(mae/imk)