Darah Tinggi Jadi Komorbid Penyumbang Kematian COVID Tertinggi di Jateng

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 14:02 WIB
Ganjar Pranowo (Rahel-detikcom)
Ganjar Pranowo (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengungkap sejumlah penyakit penyerta atau komorbid yang banyak diidap oleh pasien COVID-19 di daerahnya. Darah tinggi menjadi penyakit yang menyumbang kematian paling banyak.

"Bapak-Ibu saya sudah punya datanya minimal di Jawa Tengah yang (komorbid) paling berat kemudian meninggal itu satu darah tinggi. Hati-hati Bapak-Ibu yang punya darah tinggi," kata Ganjar dalam Seminar Nasional PPRA LX bertajuk 'Nasionalisme di Tengah Tantangan Pandemi COVID-19 dalam Menyongsong Indonesia Emas' di Gedung Astra Gatra Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (21/7/2020).

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan penyakit komorbid lainnya yang berkontribusi memperparah pasien COVID-19. Beberapa di antaranya yang dia sebut adalah penyakit diabetes (gula), ginjal, jantung, hingga kanker.

"Kedua adalah gula, baru yang berikutnya agak rendah itu ginjal, jantung, kanker, ada kegemukan," ucap Ganjar.

Ganjar pun berencana mencari masyarakat yang memiliki penyakit komorbid. Dengan adanya data tersebut, pemerintah setempat diharapkan dapat mengantisipasi kematian COVID-19.

"Saya hanya peringatkan saya kejar ini datanya saya minta BPJS 'eh kasih dong data kita, orang tua kita, teman kita yang punya penyakit ini. Ini nanti menjadi komorbid," ucap Ganjar.

"Saya mau berburu, saya mau kejar mereka untuk diisolasi di awal sehingga bisa kita amankan sehingga angka kematiannya bisa turun," sambungnya.

Diketahui, jumlah kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Jawa Tengah mencapai 7.365 kasus per kemarin. Sebanyak 630 pasien di antaranya meninggal dunia.

Dari data yang diunggah Pemprov Jateng di website corona.jatengprov.go.id, Senin (20/7/2020) pukul 12.00 WIB, dari 7.365 kasus positif COVID-19, 3.078 di antaranya dirawat, 3.657 sembuh, dan 630 meninggal dunia.

Persebaran pasien COVID-19 yang dirawat saat ini di antaranya 396 pasien di Dinkes Kabupaten Jepara, 261 di Dinkes Kota Semarang, 146 di RSUP Dr Kariadi Semarang, 138 di Dinkes Kabupaten Demak, 119 RSUD di Loekmono Hadi Kudus, dan 117 di RSUD Sunan Kalijaga Demak.

(isa/isa)