Ini Analisis Indikator Politik soal Elektabilitas RK-Ganjar Naik, Anies Turun

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 07:45 WIB
Burhanuddin Muhtadi mendirikan dan menjabat Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia sejak tahun 2013. Selain aktif sebagai peneliti senior di Lembaga Survei Indonesia, saat ini ia juga aktif mengajar sebagai dosen di Universitas Islam Negara untuk mata kuliah Sistem Politik di Indonesia dan di Universitas Paramadina untuk mata kuliah Pemilu dan Perilaku Pemilih. Ia memperoleh gelar Master of Arts (MA) dengan spesialisasi Politik Indonesia dari Australian National University (ANU) pada tahun 2008.
Burhanudin Muhtadi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Indikator Politik memberikan analisa terkait survei yang menunjukan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo cenderung naik sedangkan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menurun sebagai calon dalam Pilpres 2024. Seperti apa analisisnya?

"Analisis saya ketika saya cek berdasarkan pilihan 2019 pemilih Pak Jokowi yang memilih Anies Baswedan itu sedikit, sementara pemilih Pak Prabowo di 2019 diperebutkan bayak orang, ke Pak Prabowo sendiri, sebagian lain ke Anies Baswedan, sebagian lain dipeberutkan Sandiaga, ada yang lari ke AHY, dan Pak Gatot," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi saat dihubungi, Senin (8/6/2020).

Selain pilihan yang terbagi, Burhanuddin menjelaskan alasan lain elektabilitas Anies Baswedan menurun karena pemilih Jokowi pada Pilpres 2019 yang lalu enggan melirik Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. Menurutnya, ada narasi kurang harmonis yang akhir-akhir ini terlihat dari keduanya.

"Pemilih Pak Jokowi kurang pilih atau melirik Anies dugaan saya ini terkait hubungan yang ditangkap publik seolah-olah ada narasi yang kurang harmonis antara Anies dan pusat (Jokowi) itu yang kemudian sebagian pemilih Pak Jokowi merasa mereka sulit memberikan pilihan ke Anies," ucapnya.

Kemudian Burhanuddin menyebut pendukung Jokowi selama ini menganggap Anies justru menyerang Jokowi dalam berbagai kebijakan. Karena itu, menurutnya suara pendukung Jokowi justru terpecah kepada Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo.

"Ada hubungan ditangkap basis Pak Jokowi, Anies ini bukan bagian dari in group, tapi out group, ini perasaan baru muncul beberapa waktu belakangan, belakangan dan kebetulan narasinya itu yang ditangkap pendukung Jokowi itu Anies dianggap menyerang pemerintah pusat atau Pak Jokowi, di saat yang sama pendukung Mas Anies merasa terobosoan DKI selalu dihadang," ujarnya.

"Perasaan kedua belah kubu secara elektoral justru ini merugikan Anies, karena Anies kurang mendapat dukungan dari pendukung Pak Jokowi dan ini justru jadi berkah buat Pak Ganjar dan Ridwan Kamil, beliau (Anies) mulai sadar narasi antagonistik yang terlanjur terbangun merugikan kepentingan elektoral karenanya ada keinginan memperbaiki ini," sambungnya.

Simak video 'Survei Indikator: Elektabilitas Anies Turun, RK-Ganjar Naik':

Selanjutnya
Halaman
1 2