Polisi Ungkap Kronologi Kasus Balita di Jaktim Tewas Dianiaya Ayah Tiri

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 12:49 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Foto Ilustrasi (Andi Saputra/detikcom)
Jakarta -

Balita berinisial MA alias A (2) tewas setelah disiksa oleh ayah tirinya berinisial CH. Polisi mengatakan peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban hanya berdua dengan ayah tirinya di rumah.

"Kan tanggal 5 Juli (2020) disiksanya sampai meninggal. Kemudian dibuang di sungai Cakung tanggal 6 dini hari, ya. Nah, pas tanggal 7 baru ditemukan masyarakat, baru lapor polisi," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Imron Ermawan ketika dihubungi wartawan, Selasa (21/7/2020).

Usai mendapatkan laporan masyarakat, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya ibu kandung korban. Berdasarkan keterangan para saksi dan temuan di lapangan, polisi kemudian dapat menyimpulkan bahwa balita tersebut tewas dibunuh ayah tirinya.

Hermawan juga mengatakan, usai membuang jasad korban, pelaku juga mencoba melarikan diri. Polisi kemudian berhasil menangkap pelaku di daerah Bogor.

"Lalu, hasil informasi di lapangan dan hasil penyelidikan kita mengarah ke suami, ya. Itu ditemukan atau ditangkap di daerah Bogor tanggal 15 Juli kemarin setelah sempat mencoba kabur," ujar Hermawan.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Dia mengatakan sejak dua bulan terakhir memang melakukan tindakan penganiayaan kepada anak tirinya tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian mengungkapkan pelaku memang kerap melakukan tindakan kekerasan kepada korban. Arie menyebutkan pelaku memukul beberapa bagian vital korban dengan menggunakan tongkat aluminium hingga akhirnya korban meninggal.

"(Korban) dipukul menggunakan tongkat aluminium di bagian dada, punggung, kaki dan di bagian muka sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," terang Arie.

Arie menambahkan pelaku juga pernah melakukan tindak kekerasan lainnya kepada korban dengan cara menyundut telapak kaki korban yang masih balita tersebut dengan rokok.

"Disundut telapak kaki korban dengan menggunakan rokok, lalu memukul mata, bibir, serta dagu korban dengan menggunakan tangan. Hal itu dikuatkan dengan hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati," jelas Arie.

(zak/zak)