Polisi Ungkap Motif Ayah Tiri di Jaktim Bunuh Balita Berusia 2 Tahun

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 06:40 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Polisi menangkap CH, seorang ayah yang tega membunuh anak tirinya yang masih balita inisial MA (2) di daerah Pulogadung, Jakarta Timur. Polisi menyebut, pelaku tega menghabisi nyawa anaknya karena kesal terhadap sang istri yang juga ibunda korban.

"Motif tersangka melakukan tindak kekerasan karena merasa kesal dengan istri sirinya yang merupakan ibu dari korban sehingga melampiaskan kemarahan kepada anak tirinya," kata Kapolres Jaktim Kombes Arie Ardiyan kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Arie menjelaskan pelaku kesal kepada istirnya karena merasa istrinya tersebut kerap tidak pulang ke rumah. Persoalan himpitan ekonomi juga menjadi alasan pelaku melakukan penganiayaan kepada korban anak tirinya itu.

"Kekesalannya itu karena istrinya sering tidak pulang berdasarkan keterangan dari tersangka dan juga ada masalah ekonomi, sehingga tersangka melampiaskan kekesalannya kepada anaknya," lanjutnya.

Pelaku yang berprofesi sebagai juru parkir ini diketahui cukup sering melakukan tindak kekerasan kepada korban.

"Ini sudah dilakukan berulang kali, sudah dilakukan dua kali dalam kurun waktu satu bulan terakhir," terang Arie.

Arie menjelaskan pada hari Minggu (5/7), pelaku dengan gelap mata kemudian menghabisi nyawa balita itu dengan menggunakan tongkat alumunium. Dia menyebutkan beberapa bagian tubuh korban dipukul hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Korban telah mengalami kekerasan fisik dengan dipukul menggunakan tongkat alumunium di bagian dada, punggung, kaki, dan di bagian muka sehingga korban meninggal dunia," terang Arie.

Korban yang sudah tidak bernyawa tersebut kemudian dibuang oleh pelaku di Kali Cakung di daerah Pulogadung, Jakarta Timur. Jasad balita malang tersebut kemudian ditemukan oleh warga pada hari Selasa (7/7).

Tonton video 'Haru, Pemakaman Aulia yang Mayatnya 'Disembunyikan' Dalam Toren':

(mea/mea)