Politikus PKB: Ketum PAN Zulhas Cenderung Ingin Gabung Jokowi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 19:09 WIB
Abdul Kadir Karding
Foto: Abdul Kadir Karding. (Dok TKN Jokowi-Ma'ruf Amin).
Jakarta -

PAN yang dipimpin oleh sang ketua umum, Zulkifli Hasan (Zulhas) hari ini mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Politikus PKB Abdul Kadir Karding menyoroti kecenderungan Zulhas yang ingin bergabung dengan koalisi pemerintah.

"Saya melihat pertemuan antara presiden dan PAN tentu bukanlah pertemuan biasa tetapi ini adalah pertama mungkin, sebagai bagian komunikasi partai politik dengan presiden karena teman-teman PAN baru saja melaksanakan Kongres," ujar Karding kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Mantan wakil ketua tim pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 ini mengingatkan soal 'arah politik' PAN di bawah kepemimpinan Zulhas. Karding menilai Zulhas dan loyalisnya cenderung ingin berada di koalisi Jokowi.

"Kedua, sejak awal dulu sebenarnya kan Pak Zulhas dan beberapa koleganya itu menurut pendapat saya memiliki kecenderungan untuk bergabung dengan Pak Jokowi. Kemudian karena banyak dinamika akhirnya kemudian seperti itu. Artinya tidak ke Jokowi," sebutnya.

"Saya melihat komposisi kepengurusan PAN hari ini relatif bisa satu suara sehingga sangat mungkin pertemuan hari ini juga mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan PAN bergabung pada koalisi pemerintahan," tambah Karding.

Anggota Komisi I DPR ini pun mendukung bila akhirnya PAN kembali merapat ke pemerintahan. Menurut Karding, semakin banyak parpol masuk ke koalisi Jokowi, maka dukungan untuk presiden akan makin efektif.

"Saya kira pendapat kita sejak awal dulu, semakin banyak yang bergabung itu semakin baik. Ini adalah pemerintahan kedua Pak Jokowi, tentu beliau tidak ingin banyak gangguan. Beliau ingin politik ini stabil apalagi dengan COVID seperti ini, tentu butuh kebersamaan," tuturnya.

Karding menilai masing-masing pihak akan mendapat manfaat apabila PAN masuk lagi ke koalisi Jokowi. Ia menyebut, stabilitas politik makin lebih bagus bila dukungan untuk Jokowi semakin banyak.

"Jadi misalnya pun PAN bergabung pasti itu sangat baik. Dan saya kira itu juga menguntungkan 'pemerintah dan negara' karena kekuatan politik semakin tergabung menjadi satu dan stabilitas politik Insyaallah akan jadi lebih baik dan kita bisa membangun di tengah COVID ini dengan cepat," ucap Karding.

"Dari sisi PAN tentu juga mendapat keuntungan politik. Tentu tergantung dari apa yang dibicarakan. Apakah mungkin membicarakan jatah menteri atau yang lain," tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, Zulhas beserta elite PAN hadir bertemu Jokowi di Istana hari ini. PAN memastikan siap membantu Jokowi menghadapi krisis.

"Dari pertemuan tadi ada diskusi hangat dengan Pak Presiden, kita bahas masalah ekonomi dan COVID-19. PAN siap membantu pemerintah keluar dari krisis COVID ini dengan energi yang kita satukan," kata Waketum PAN Yandri Susanto, Senin (20/7).

Yandri hadir dalam pertemuan Jokowi dan PAN di Istana. Selain Zulhas dan Yandri, hadir pula Majelis Penasihat Partai PAN Hatta Rajasa, Ketua Dewan Kehormatan Soetrisno Bachir, Waketum Asman Abnur, Bendum Totok Daryanto dan Sekjen Eddy Soeparno.

Tonton video 'PAN Dukung Gibran di Pilkada Solo':

(elz/gbr)