PAN Bertemu Jokowi, NasDem Harap Masih Ada Oposisi

Eva Safitri - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 18:05 WIB
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Ali
Foto: Ahmad M. Ali (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan para petinggi PAN di istana hari ini. NasDem menilai wajar pertemuan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya urusan koalisi kepada Jokowi.

"Kita tahu kan PAN ini selesai kongres, terus kemudian, menyusun kepengurusan, pelantikan, artinya menjadi kelaziman bagi parpol selesai kongres bertemu dengan pemerintah atau presiden memperkenalkan kepengurusannya, ini hal positif menurut saya bagus," kata Waketum Partai NasDem Ahmad Ali kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Pihak PAN mengatakan pertemuan itu tidak sama sekali membahas koalisi. Pertemuan itu hanya memperkenalkan kepengurusan baru PAN menyatakan tegas mendukung pemerintah dalam penanganan COVID-19.

NasDem menyambut baik hal itu. Menurutnya semua elemen harus bersatu dalam situasi yang dialami.

"PAN itu kan salah satu partai yang besar, artinya memang di tengah pandemi COVID seperti ini perlu kebersamaan, jadi menurut saya pertemuan itu bagus-bagus saja, karena memang harus demikian. Karena sekali lagi situasi ini butuh kebersamaan kita semua kelompok masyarakat, bagi NasDem ini menilai hal positif," ujar Ali.

Kalaupun Jokowi mengajak PAN untuk berkoalisi, NasDem mengatakan itu merupakan hak prerogatif presiden. Ali menyerahkan masalah koalisi ke Jokowi.

"Kan memang itu haknya Pak Jokowi, jadi mengajak berkoalisi itu prerogatif Pak Jokowi, karena semua parpol menyadari itu, yang tahu kebutuhan itu adalah Pak Jokowi, kalau menurut beliau penting mengajak PAN untuk masuk ke pemerintah NasDem senang-senang saja," ujarnya.

Hanya saja menurut Ali, jangan sampai demokrasi di Indonesia mati karena tidak ada kekuatan di luar pemerintah. Ali mengatakan pemerintah perlu juga kekuatan di luar pemerintah untuk mengkritisi kebijakan.

"Bagi NasDem yang terpenting adalah jangan kemudian demokrasi kita termatikan, jadi pemerintah ini juga akan bagus kalau kemudian ada kekuatan di luar pemerintah untuk check and balancing, supaya demokrasi sehat, supaya pemerintah tidak semena-mena, jadi ada koreksi," jelasnya.

Pertemuan itu terjadi Senin (20/7/2020) sekitar pukul 15.30 WIB. Adapaun petinggi PAN yang hadir yakni, Ketua Dewan Kahormatan Soetrisno Bachir, Ketua Majelis Penasihat Partai Hatta Rajasa, Ketua Umum Zulkifli Hasan, Waketum Asman Abnur dan Yandri Susanto, Bendum Totok Daryanto dan Sekjen Eddy Soeparno.

Tonton video 'Partai Gelora Bertemu Jokowi di Istana Secara Tertutup':

(eva/gbr)