Anies Ingin Satukan Kebijakan PPDB Sekolah Negeri dan Swasta

M Ilman Nafi'an - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 18:48 WIB
Menggunakan masker, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Fatahillah Balai Kota, Jakarta di hari pertama masa PSBB transisi, Jumat (5/6).
Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Penerimaan peserta didik baru atau PPDB DKI tahun 2020 menuai banyak protes dari orang tua. Dengan dasar tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkeinginan untuk menggabungkan PPDB sekolah negeri dan sekolah swasta.

Hal itu disampaikan Anies dalam rapat pimpinan membahas bantuan sekolah swasta. Rapat tersebut diselenggarakan pada Kamis (16/7/2020) dan baru diunggah ke channel YouTube Pemprov DKI pada Minggu (19/7) malam.

"Saya membayangkan nanti PPDB itu adalah PPDB negeri dan swasta, sebagai satu kesatuan, policy-nya terintegrasi, sehingga warga di Jakarta punya opsi semuanya, nah nanti dengan swasta tidak sederhana terutama swasta lama dan up-skill, perlu ada mekanisme sendiri," ujar Anies dalam video yang disiarkan di channel YouTube Pemprov DKI seperti dilihat detikcom, Senin (20/7/2020).

Anies mengaku berkeinginan mereformasi pendidikan di sekolah swasta. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu berharap tahun ajaran 2021 perpindahan jenjang pendidikan tidak menjadi masalah.

"Tahun reform total untuk pendidikan swasta, tahun ajaran depan kita sudah bisa mengatur perpindahan antar-jenjang sebagai satu kesatuan," katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta ingin meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah swasta. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan pelatihan kepada kepala sekolah swasta di DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Nahdiana, untuk menyiapkan rancangan guna meningkatkan kualitas guru di sekolah swasta. Selain itu, Anies meminta Nahdiana segera mengundang partner untuk meningkatkan kualitas guru sekolah swasta.

"Ibu (Nahdiana) siapin roadmap-nya, undang partner untuk bisa terlibat di sini, lalu mulai memanfaatkan pandemi untuk guru dan kepala sekolah mengikuti upgrading secara masif, total unit sekolah swasta itu berapa SMP dan SMA? 2.600, nggak banyak itu, kalau kita training kepala sekolah cepat itu," ujar Anies rapat bantuan sekolah swasta yang disiarkan di channel YouTube Pemprov DKI seperti dilihat detikcom, Senin (20/7).

Anies menjelaskan, pelatihan akan dimulai pada kepala sekolahnya terlebih dahulu. Materinya seputar kepemimpinan dan manajemen.

"Kita training kepala sekolah saja, cuma 2.600, cepat itu, dan kepala sekolah di-training kita panggil manajer-manajer untuk mengajari kepemimpinan, manajemen, karena tugas manajemen akan banyak, buat keseriusan kepala sekolah. Kalau kepala sekolahnya bener itu sekolahnya bener. Studi menunjukkan 26% dengan seluruh faktor lain dikendalikan kalau sama kepala sekolah yang bagus," katanya.

Tonton video 'DPRD DKI Ingin Biaya Sekolah Swasta Ditanggung APBD':

(gbr/knv)