Status Cegah ke Luar Negeri Harun Masiku Diperpanjang KPK

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 15:12 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Dokumentasi terkait KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri terhadap buron kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI, Harun Masiku. Hingga kini, keberadaan Harun belum diketahui.

"Dalam rangka mendukung proses penyidikan, KPK memperpanjang masa mencegah/melarang bepergian ke luar negeri terhadap Tsk HAR dalam perkara dugaan korupsi memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Harun dicegah selama 6 bulan ke depan terhitung sejak tanggal 10 Juli 2020. Ini merupakan perpanjangan setelah Harun pernah dicegah enam bulan lalu.

"Terhitung sejak tgl 10 Juli 2020 dan berlaku sampai dengan 6 bulan ke depan. Surat permohonan perpanjangan larangan bepergian ke luar negeri tersebut telah KPK kirimkan ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham," sebutnya.

Ali mengatakan pencarian terhadap Harun Masiku terus dilakukan. KPK juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan keimigrasian untuk mencari Harun.

"Saat ini KPK tetap menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian dan Keimigrasian untuk terus mencari dan menangkap keberadaan DPO tersebut," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK mengisyaratkan Harun Masiku memang masih berada di Indonesia. Sebab, KPK mengatakan belum mendapat informasi Harun kabur ke luar negeri (LN).

"Tentunya kan sudah dilakukan cegah itu. Kalau kemudian ke luar negeri, pasti kan ada track record. Tetapi laporan yang ada, tidak ada yang masuk saat ini. Kalau memang keluar-masuk, lalu lintas orang itu kan tentu akan diketahui, dan pasti akan tidak bisa keluar, (ke luar negeri)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/7).

Ali menegaskan pencarian terhadap Harun Masiku terus dilakukan hingga kini. KPK juga terus berupaya menuntaskan pemberkasan kasus tersebut.

"Oleh karena itu, tentu dilakukan pencarian dan pemberkasannya juga terus berjalan, penyidikannya juga terus berjalan. Bukan berarti kemudian tersangka belum ditemukan kemudian berkasnya berhenti, tidak," kata Ali.

Dalam kasus berkaitan dengan Harun Masiku ini, ada empat tersangka yang dijerat KPK. Tiga tersangka di antaranya sudah masuk tahap persidangan.

Ketiga tersangka itu ialah Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri. Sedangkan Harun hingga kini belum tertangkap.

Saeful telah divonis divonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan, sedangkan Wahyu dan Agustiani Tio didakwa menerima suap dari Saeful senilai Rp 600 juta terkait PAW anggota DPR.

Selain menerima suap, Wahyu didakwa menerima gratifikasi. Wahyu didakwa menerima gratifikasi Rp 500 juta dari Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat Rosa M Thamrin Payapo.

Tonton video 'Diperiksa soal Harun Masiku, Hasto Akui Jalankan Legalitas Partai':

(ibh/dhn)