Pengguna Anggap Aturan Wajib Pakai Lengan Panjang di KRL Tak Efektif

Sachril Agustin B - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 10:15 WIB
Kondisi KRL Bogor-Jakarta. (Foto: Sachril/detikcom)
Ilustrasi suasana di dalam gerbong KRL. (Sachril/detikcom)
Bogor -

Masyarakat akan diwajibkan memakai pakaian berlengan panjang atau jaket saat menaiki KRL. Pengguna KRL pun menganggap aturan ini tidak efektif.

"Nggak efektif. Kalau misalnya COVID itu kan katanya nyebar dari mulut, nggak pakai masker. Kita (pengguna KRL) sudah pakai masker. Kan yang bersentuhan itu telapak tangan, cuci tangan saja cukup," kata pengguna KRL, Dimas (25), di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (20/7/2020).

Dimas mengaku sudah mengetahui kebijakan itu dari informasi di dalam KRL. Namun dia mengungkapkan kebijakan pemakaian pakaian lengan panjang ini sedikit aneh. Meski begitu, Dimas mengaku akan tetap mengikuti aturan tersebut bila telah diterapkan.

"Sedikit aneh, sedikit aneh, dengan pakai lengan panjang sedikit aneh. Kayak kita nggak boleh ngobrol di dalam (kereta) juga kurang efektif. Kan sudah pakai masker," ucapnya.

Senada dengan Dimas, pengguna KRL lainnya, Roni (30), mengungkapkan kewajiban berpakaian lengan panjang atau jaket di dalam KRL tidak efektif. Menurutnya, memakai masker dan kacamata adalah yang terpenting untuk mencegah penularan COVID-19.

"Yang paling utama masker sama kacamata. Karena menurut saya droplet itu apalagi isunya (virus Corona) bisa menular dari udara tuh, makanya menurut saya jangan menyentuh tangan sama muka saja," ujar Roni.

Selanjutnya
Halaman
1 2