Kemnaker-Pemkab Bandung Barat Jalin Kerja Sama Padat Karya Pertanian

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Minggu, 19 Jul 2020 19:18 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: dok kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan Pemkab Bandung Barat untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah pandemi. Kerja sama ini mencakup pengembangan SDM serta perluasan kesempatan kerja di sektor pertanian.

Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepakatan tentang pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian. Nota kesepakatan ditandatangani oleh Plt. Sekjen Kemnaker Budi Hartawan dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, dengan disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Kantor Bupati Bandung Barat.

Dalam sambutannya, Ida menyampaikan pandemi COVID-19 telah berdampak terhadap sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi nasional. Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan sinergi berbagai pihak baik internal pemerintah pusat maupun dengan pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan nasional atas dampak pandemi tersebut.

"Kita tahu, dampak COVID-19 ini banyak teman-teman kita yang mengalami PHK atau dirumahkan. Pasar kerja juga masih wait and see. Untuk itu perlu diberi perluasan kesempatan kerja. Pelatihan dengan tidak hanya menjadikan mereka diterima pasar kerja tetapi juga memiliki kesempatan berwirausaha," kata Ida dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2020).

Untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19, jelasnya, Kemnaker berinisiatif melaksanakan sinergi pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Kerja sama ini bertujuan untuk mensinergikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan dengan menekankan pentingnya ketahanan pangan bagi masyarakat.

"Jadi ini memadukan 2 Direktorat Jenderal di Kemnaker, yaitu Binalattas serta Binapenta dan PKK kemudian sinerginya dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat," jelasnya.

Ia mengatakan di wilayah Bandung Barat terdapat dua unit pelatihan teknis milik Kemnaker. Kedua unit pelatihan teknis tersebut yaitu BLK Lembang dan BBPPK dan PKK Lembang. Ia berharap hal tersebut dapat mendukung perkembangan kerja sama ini.

"Jadi ini memang disiapkan untuk membangun ketahanan pangan, diperuntukan bagi siapa? Bagi teman-teman kita, saudara-saudara kita yang ter-PHK atau dirumahkan," ujarnya.

Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Aris Wahyudi menambahkan program kerja sama ini akan melibatkan 120 orang petani dari Kabupaten Bandung Barat untuk mendapatkan pelatihan. Dari pihak Kemnaker akan menyiapkan instruktur, pelatihan pengolahan lahan, penyediaan benih tanaman, pupuk, dan pendampingan untuk memastikan pasca panen dapat diserap oleh pasar, yang pada gilirannya akan menguntungkan petani.

"Nantinya, kerja sama antara Kemnaker dengan Pemkab Bandung Barat ini akan dijadikan pilot project untuk program serupa di daerah lainnya," kata Aris.

Sementara itu, Aa Umbara menyampaikan apresiasi atas program kerja sama ini. Pihaknya juga telah menyiapkan lahan 10 hektare untuk mendukung kerja sama ini.

"Jadi kita sudah punya beberapa buyer yang bisa menerima kita. Saya rasa 10 hektare ini kurang tapi kita mulai dulu, nanti kalau sudah baik tentu saja kita bisa berkembang terus," pungkasnya.

(ega/ega)