Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Diperpanjang hingga Jl Medan Merdeka Barat

M Ilman - detikNews
Minggu, 19 Jul 2020 12:15 WIB
Jalur sepeda di kawasan Sudirman-Thamrin
Jalur sepeda di kawasan Sudirman-Thamrin pagi tadi. (Ilman Nafi'an/detikcom)
Jakarta -

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan hari ini jalur sepeda dilebarkan menjadi dua lajur kawasan Sudirman-Thamrin di setiap hari Minggu. Hal itu karena tingginya animo masyarakat dalam bersepeda.

Selain melakukan pelebaran jalur, Dishub DKI Jakarta memperpanjang jalur sepeda hingga Jalan Medan Merdeka Barat. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan.

"Saat ini memang jalur pesepeda sementara ini disiapkan di jalan Sudirman-Thamrin kita perpanjang sampai (Jalan Medan) Merdeka Barat, minggu-minggu lalu pelaksanaan hanya Sudirman-Thamrin, tapi melihat animo masyarakat, animo warga yang demikian tinggi, maka oleh Pak Gubernur diberikan arahannya silakan diperpanjang. Tujuannya adalah jalur pesepeda sementara ini lebih panjang sehingga warga yang beraktivitas terfasilitasi tidak terjadi kerumunan," ujar Syafrin di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/7/2020).

Meski demikian, perpanjangan jalur sepeda hingga Jalan Medan Merdeka Barat itu hanya dilakukan hari ini. Untuk selanjutnya, Syafrin mengaku masih akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.

"Sementara hari ini saja kita coba lakukan, nanti kita akan evaluasi," katanya.

Lebih lanjut, Syafrin mengatakan masyarakat yang melanggar aturan selama masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini akan diberi sanksi. Menurutnya, di kawasan Bundaran HI juga ada pos-pos jaga sebagai tempat penindakan bagi pelanggar PSBB transisi.

"Ya sanksi yang jelas sudah diatur dalam Pergub 41/2020 terhadap pelanggaran pelaksanaan PSBB ini ada sanksi yang diterapkan, jika kita lihat di pojokan sana tepatnya di depan Pullman itu itu di sana ada rekan-rekan Satpol PP yang menyiapkan posko untuk menindak para pelanggar, nanti bila ada warga yang tidak menggunakan masker itu langsung diarahkan untuk diberikan tindakan dan sanksi," katanya.

Selain itu, Syafrin meminta para pengendara sepeda tidak berada di trotoar. Menurutnya, pesepada boleh berada di trotoar asalkan sepedanya tidak dinaiki.

"Untuk peseda akan kita tegur (apabila masuk trotoar)," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengendara sepeda kembali ramai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat meski saat ini Jakarta masih pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Mereka bersepeda secara berkelompok dengan komunitas dan teman-temannya.

Pantauan detikcom di kawasan Bundaran HI, Minggu (19/7/2020), jalur sepeda 'pop up' di sini diperlebar. Para pesepeda itu datang dari berbagai arah, ada yang dari Blok M, Tanah Abang, dan Monas.

Seperti diketahui, car free day (CFD) sudah tidak diberlakukan di Bundaran HI. Dengan demikian, kendaraan bermotor masih bebas lalu-lalang. Untuk keamanan, sejumlah petugas dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta turut berjaga.

Masih ada pejalan kaki yang masuk ke jalur peseda. Petugas juga beberapa kali mengingatkan para pejalan kaki untuk berpindah ke trotoar. Selain itu, teguran dilakukan oleh petugas apabila ada pesepeda dan pejalan kaki yang berkerumun di trotoar.

Tonton video 'Antrean Mengular, Ini Alasan Pengunjung Tetap Olahraga di GBK':

(imk/imk)