Hadapi Krisis Pangan, MPR Dukung Inovasi Teknologi Agro Maritim IPB

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 12:45 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan Indonesia sesungguhnya membutuhkan inovasi-inovasi terutama inovasi teknologi yang digagas perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebab, perguruan tinggi jadi lembaga terdepan untuk melaksanakan riset dan pengembangan dalam menghadapi krisis pangan.

"Untuk itu kita mendorong perguruan tinggi untuk melakukan inovasi-inovasi teknologi. Seperti di IPB ini, kita mendukung inovasi teknologi dari IPB di bidang agro maritim," ujar Jazilul dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2020).

Gus Jazil, sapaan akrabnya, mengungkapkan dunia global saat ini menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan minus 6 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bisa bertahan agar tidak turun menjadi minus 0,5 persen.

"Awalnya pandemi COVID-19 mengakibatkan krisis kesehatan, tetapi saya percaya ujungnya adalah krisis pangan," imbuhnya usai kunjungan kerja di IPB Bogor kemarin.

Oleh karena itu, dia menyampaikan apresiasi kepada IPB yang telah melakukan inovasi teknologi agro maritim 4.0.

"Kekayaan sumber daya Indonesia bisa dimaksimalkan dengan inovasi teknologi. Ini harus menjadi landasan bagi pemerintah karena fokus pemerintah saat ini adalah pengembangan dan keunggulan sumber daya manusia," terangnya.

"Kita akan menghadapi krisis pangan. Tumpuan Indonesia adalah pada agro maritim. Di era ini kita bisa mengejar bangsa lain dengan menggunakan teknologi dengan baik. Itu bisa tercapai jika perguruan tinggi melakukan riset dan pengembangan," sambungnya.

Gus Jazil memberi contoh inovasi teknologi dari IPB seperti penggunaan robot untuk panen sawit dengan mendeteksi buah sawit yang sudah matang. Begitu pula inovasi teknologi di pertanian. Dengan inovasi teknologi, satu hektare lahan sawah bisa menghasilkan 11 ton padi.

"Ini luar biasa di tengah lahan sawah kita yang kurang. IPB sudah menemukan teknologinya," tuturnya.

Dia menambahkan riset dan biaya riset di IPB dan perguruan tinggi lainnya perlu mendapat support. Bila perlu dana riset di beberapa kementerian dan BUMN dikolaborasi dengan perguruan tinggi.

"Bukan sekadar omong kosong atau hanya ada MoU-nya saja. Kemitraan BUMN atau kementerian dengan perguruan tinggi harus ada wujud dan realisasinya," imbuh dia.

Gus Jazil juga menyoroti masalah birokrasi dalam pendanaan riset dan pengembangan di perguruan tinggi. Birokrasi selama ini berbelit-belit dan panjang karena harus memenuhi banyak persyaratan. Ia juga mengatakan pihaknya akan mendukung usulan adanya asuransi untuk inovasi.

"Seharusnya birokrasinya dipermudah, mulai dari pajak, pelaporan dan lainnya. Karena prioritas pemerintah saat ini adalah peningkatan sumber daya manusia," katanya.

"Apa susahnya pemerintah menyiapkan anggaran untuk asuransi inovasi sehingga perguruan tinggi berani melakukan inovasi. Bila perlu perguruan tinggi menginisiasi rancangan undang-undang tentang inovasi," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan kerja itu Gus Jazil dan rombongan mendapat penjelasan dari Rektor IPB tentang inovasi teknologi agro maritim 4.0 serta menyaksikan secara langsung galeri inovasi teknologi IPB dan mengunjungi Agribusiness and Technology Park IPB. Di tempat ini Gus Jazil melakukan panen buah melon hasil dari inovasi teknologi IPB.

(mul/ega)