Korban Banjir Bandang Masamba Terus Tambah: Meninggal 36, Masih Hilang 68

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 00:55 WIB
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat melaporkan update penanganan pascabanjir bandang di Masamba (dok. Istimewa).
Foto: Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat melaporkan update penanganan pascabanjir bandang di Masamba (dok. Istimewa).
Masamba -

Korban jiwa akibat banjir bandang di Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan kecamatan sekitarnya masih terus bertambah. Hingga Jumat (18/7), Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani melaporkan 36 orang meninggal dunia dan 68 dilaporkan masih hilang.

"Sampai hari ini ada 36 orang meninggal dunia, 68 yang dilaporkan hilang, dan 3.946 korban mengungsi, dan 14 ribu jiwa lebih terdampak yang tersebar di enam kecamatan," ujar Indah dalam laporannya di hadapan Menteri Sosial Juliari Batubara dan Kepala BNPB Doni Monardo di Masamba, Jumat (17/7/2020).

Hingaa saat ini, permukiman warga dan fasilitas umum di Kota Masamba dan sekitarnya yang terdampak banjir bandang masih ditutupi lumpur tebal. Indah menargetkan agar lumpur dan material yang terbawa banjir bandang dapat segera dibersihkan dalam waktu 1 hingga 2 pekan ke depan.

"Insya Allah, untuk pembersihan kota, akan kita laksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Doakan semoga 1-2 minggu sudah bisa kita laksanakan," katanya.

Selain membersihkan lumpur dan material banjir, Pemkab Luwu Utara bersama tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas masih terus mengevakuasi korban dan mencari korban yang diduga hilang dan meninggal dunia.

Pembukaan jalur nasional atau Jalan Trans Sulawesi menuju Kota Masamba yang putus akibat banjir bandang masih terus dilakukan. Hal ini masih menghambat pengiriman logistik ke Masamba.

"Ada satu jembatan terputus di Masamba, termasuk tiga jembatan lainnya yang menghubungkan lima desa," tuturnya.

Meski jalur Trans Sulawesi belum dapat dimaksimalkan untuk pengiriman logistik kepada korban banjir, namun Pemkab Luwu Utara tetap memaksimalkan jalur alternatif lainnya untuk pengiriman bantuan.

"Bantuan sudah disalurkan dengan baik, bahkan ada yang menggunakan motor, dengan melalui jalur alternatif lainnya karena sulitnya medan," tuturnya.

"Untuk penanganan infrastruktur, kita fokus dulu pada pembersihannya, kemudian pembuatan tanggul di sepanjang bantaran sungai, baru kemudian normalisasi sungai," imbuhnya.

(nvl/lir)