Megawati ke Calon Kepala Daerah PDIP: Ingat, Kalian Petugas Partai

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 15:18 WIB
Megawati Tutup Rakernas
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: dok. Istimewa PDIP)
Jakarta -

PDI Perjuangan secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada 45 pasangan calon kepala daerah untuk Pilkada 2020. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun mengingatkan bahwa mereka adalah petugas partai.

"Kalau sudah diberi rekom, lalu hanya berpikir saya hanya satu kali saja. Tetapi sebagai petugas partai, ingat, kalian adalah petugas partai yang telah diberi rekomendasi oleh Ketua Umum yang mendapatkan mandat dari kongres untuk menjalankan tugas partai dalam rangka menjalankan pemerintahan di daerah," kata Megawati dalam arahannya yang disiarkan melalui kanal YouTube PDIP, Jumat (17/7/2020).

Megawati juga meminta para calon kepala daerah segera mengikuti sekolah partai. Melalui sekolah itu, dia berharap para calon kepala daerah yang diusung oleh PDIP bisa menjadi pemimpin yang mumpuni.

"Pemimpin yang mumpuni itu adalah pemimpin yang kokoh di dalam menjalankan Pancasila sebagai jiwa dasar dan tujuan bagi seluruh kebijakan politik yang dia ambil. Mereka juga sosok yang harus benar-benar berpengalaman dalam tata pemerintahan yang baik. Mengerti bagaimana seni memimpin birokrasi, mengerti aspek perencanaan kebijakan dan menjalankannya melalui kepemimpinan yang efektif dan jangan lupa selalu berada bersama rakyat," tutur Presiden ke-5 RI itu.

Selain mumpuni, Megawati ingin calon pemimpin dari PDIP mempunyai fighting spirit. Sosok yang tidak tergoyangkan dalam menghadapi ujian dan tantangan saat memimpin nantinya.

"Sudah tahu kepala daerah itu tidak mudah dalam menjalankan tugasnya. Tetapi, kalau fighting spirit ini selalu ada, saya sangat yakin kita makin banyak mendapatkan pemimpin di daerah yang mendapatkan selalu apresiasi dari rakyat karena cara memimpinnya," katanya.

Lebih lanjut Megawati juga berpesan agar para calon kepala daerah selalu bersama rakyatnya. Seorang pemimpin, kata dia, juga harus menyelaraskan pikiran dan nurani.

"Oleh sebab itu, saya tidak akan selalu lupa mengatakan tetaplah selalu bersatu dengan rakyat yang kamu pimpin. Apa pun juga, yang namanya seorang pemimpin tidak boleh lupa harus menyatunya antara pikiran dan nurani. Kalau kedua hal ini menjadi satu, dia, mereka-mereka yang saya beri rekomendasi, pasti akan bisa menjalankan dengan baik," papar Megawati.

(mae/imk)