Respons Penumpang KRL soal Wajib Pakai Jaket atau Pakaian Lengan Panjang

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 14:47 WIB
Suasana di Stasiun Poris dan gerbong KRL pagi ini.
Suasana penumpang KRL (Jehan Nurhakim/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan aturan yang mewajibkan setiap penumpang KRL memakai baju lengan panjang atau jaket demi mencegah penyebaran COVID-19. Lantas, bagaimana respons penumpang KRL?

Penumpang KRL asal Depok bernama Amin (35) telah mendengar aturan ini melalui pengeras suara di dalam KRL. Namun, ia mengakui bahwa aturan ini memberatkannya karena ia tak terbiasa menggunakan pakaian lengan panjang.

"Tapi jujur sih, kalau secara pribadi, pendapat pribadi, agak keberatan. Namanya setiap orang kan berbeda-beda. Contohnya nih saya suka keringatan, nah makanya nggak suka pakai lengan panjang. Cuma, kalau itu aturan pemerintah, ya mau nggak mau harus diturutin," kata Amin saat ditemui detikcom di Stasiun Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2020).

Di sisi lain, Amin tetap mendukung aturan ini. Ia pun berjanji akan beradaptasi dengan aturan baru ini.

"Kalau sebenarnya setuju-nggak setuju sih sebenarnya, kalau pemerintah sudah ngeluarin istilahnya aturannya, kita mau setuju atau nggak, harus ngikutin. Kalau masalah setuju-nggaknya, nanti kan lambat laun bisa menyesuaikan gitu. Intinya kan demi kebaikan bersama," jelasnya

Selain Amin, penumpang bernama Afia (61) menyatakan setuju terhadap aturan ini. Ia mengatakan terbitnya aturan ini sebagai hal positif.

"Setuju. Prinsipnya positif. Jangan hanya buat aturan, tapi fungsi kontrolnya mana. Tetap dikontrol dong, kalau nggak dikontrol, repot," jelas Afia.

Namun, ke depannya, Afia berharap petugas KRL mengawasi pelaksanaan aturan ini Sebab, Afia menilai pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 di dalam gerbong masih minim.

Selanjutnya
Halaman
1 2