MUI Duga Mahasiswa IAIN di Belakang Lia Aminuddin

MUI Duga Mahasiswa IAIN di Belakang Lia Aminuddin

- detikNews
Jumat, 30 Des 2005 17:15 WIB
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah memanggil Lia Aminuddin atau Lia Eden yang dijadikan tersangka penodaan agama. Lia mengaku pengetahuan agamanya sangat minim. Tapi diduga ada mahasiswa IAIN di belakang Lia yang memberikan pembenaran. Demikian yang terungkap dalam jumpa pers tausiyah akhir tahun 2005 MUI di Kantor MUI, Masjid Istiqlal, Jalan Taman Wijayakusuma, Jakarta, Jumat (30/12/2005). Hadir dalam jumpa pers itu, Ketua MUI Umar Shihab, Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam dan Ketua MUI Bidang Ekonomi Amidhan.MUI mengharapkan polisi segera menuntaskan kasus Lia Eden. MUI sebenarnya telah berulang kali mengeluarkan fatwa yang menyatakan aliran Lia sesat. Menurut Amidhan, MUI pertama kali mendapat laporan tentang pimpinan "Kerajaan Tuhan" itu pada November 1997.MUI kemudian memanggil perempuan yang awalnya melejit sebagai perangkai bunga kering itu. Dalam pertemuan dengan MUI, Lia membuat pengakuan yang membingungkan. "Lia bersikukuh dia itu Jibril, dia berhubungan dengan Jibril, dia adalah pendamping Jibril dan mendapatkan wahyu dari Jibril," kata Amidhan. Atas dasar keterangan Lia itu, pada 22 Desember 1997, MUI mengeluarkan fatwa yang menyatakan aliran Lia sesat. MUI juga meminta agar pengikut Lia kembali ke jalan yang benar.Namun meski MUI sudah mengeluarkan fatwa dan melaporkan kasus Lia ke polisi, perempuan itu tak juga ditindak. Kasus Lia timbul tenggelam. Perkembangan aliran Lia sendiri sebenarnya kecil. Perempuan yang mengaku sebagai Malaikat Jibril itu baru kembali melejit setelah akan mengubah Jalan Mahoni, jalan menuju rumah Lia yang disebut sebagai "Kerajaan Tuhan" sebagai jalan suci. "Syukurlah sekarang sudah tuntas karena sudah ditahan. Kami harap setelah dituntaskan, ditahan, kemudian diluruskan mana yang benar, mana yang salah. Jadi tak perlu ada kekerasan," kata Umar. MUI telah mengirimkan surat kepada polisi yang isinya agar menuntaskan kasus Lia. MUI minta polisi tidak hanya melakukan penyidikan dari segi hukum tapi juga dari segi psikologi. Selain itu polisi juga harus mengungkap latar belakang ekonomi. "Latar belakang ekomomi juga harus diselidiki karena Lia sendiri mengatakan ia orang yang pengetahuan agamanya minim. Tapi dari paparan yang diajukan ada men behind Lia yang memberikan pembenaran apa yang disampaikan Lia. Kabarnya ada 1-2 orang yang mahasiswa IAIN," kata Ichwan. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads