Sindikat Pemalsu e-KTP dan Akta Cerai di Pekanbaru Diringkus Polisi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 10:20 WIB
Ilustrasi e-KTP
Foto: Ilustrasi e-KTP. (Andhika Prasetia/detikcom).
Pekanbaru -

Jajaran Polsek Tampan, Pekanbaru, meringkus komplotan pemalsu KTP elektronik dan akta cerai. Pelakunya ada 4 orang yang ditangkap di lokasi berbeda.

"Kita menangkap 4 orang pelaku pembuat dokumen palsu e-KTP dan akta cerai. Satu di antara pelaku seorang wanita. Mereka kita amankan dari lokasi yang berbeda," kata Kapolsek Tampan, Kompol Hotmatua Ambarita kepada wartawan, Jumat (17/7/2020).

Dijelaskan, ke empat pelaku pemalsuan KTP dan akta cerai tersebut berinisial YIS alias Yora (39), RK alias Wawan (25), AS alias Mas Bro (33) dan As alias Riski (43). Kini para pelaku telah ditahan di Polsek Tampan.

Kasus ini bermula saat pihak kepolisian mendapatkan laporan dari warga tentang dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen kependudukan. Seorang warga ingin mengurus KTP dengan dijanjikan satu hari selesai. Harga jasa pembuatan e-KTP yang ditawarkan kepada korban senilai Rp 1,5 juta.

"Korban dan pelaku Yora bersepakat bertemu di Jl Subrantas di Kecamatan Tampan. Mereka bertemu untuk membicarakan harga pembuatan KTP," tutur Ambarita.

Dalam pertemuan siang tersebut, sambungnya, korban menyerahkan uang Rp 1 juta. Sisanya, kata Ambarita, akan dibayarkan lagi setelah KTP selesai yang dijanjikan pada pukul 22.00 WIB.

"Ternyata waktu yang dijanjikan tidak ditepati. Korban pun melaporkan kasus itu dan langsung kita lakukan penyelidikan," sebutnya.

Tim Polsek Tampan awalnya mengamankan pelaku Yora. Dari sana dikembangkan kembali dan polisi berhasil meringkus 3 pelaku lainnya di lokasi berbeda. Dari komplotan ini ditemukan barang bukti KTP palsu dan akta cerai.

"Ada barang bukti blangko kosong e-KTP. Terdapat juga 218 lembar akta kelahiran, 8 lembar akta perceraian, 39 lembar akta kematian, 130 lembar blangko kartu keluarga, dan 73 lembar blangko kertas KTP," ucap Ambarita.

(cha/elz)