KY: Karakter Hakim Indonesia Jelek dan Tidak Kompeten

KY: Karakter Hakim Indonesia Jelek dan Tidak Kompeten

- detikNews
Jumat, 30 Des 2005 16:10 WIB
Jakarta - Kualitas hakim Indonesia ternyata jauh dari yang diharapkan. Dari tiga kategori yang dibuat Komisi Yudisial (KY), rata-rata hakim RI ada di kategori satu dan dua, yakni karakternya jelek dan tidak memiliki kompetensi.Sedangkan untuk kategori ketiga, yakni hakim yang berkarakter dan punya kompetensi jumlahnya bisa dihitung dengan jari."Umumnya hakim-hakim kita masih pada kisaran satu dan dua," kata Wakil Ketua KY M Thahir Saimima kepada detikcom di kantornya, Jalan Abdul Muis, Jakarta, Jumat (30/12/2005).Karena itu, jika mau jujur dan objektif, imbuhnya, sebagian besar hakim di Indonesia perlu dipertimbangkan lagi. "Memang ada yang baik tapi yang perlu dipertimbangkan lebih banyak lagi," katanya.Rendahnya kualitas hakim, kata dia, menyebabkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan menjadi sangat rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya pengaduan ke KY. Sejak Agustus-Desember 2005, ada 370-an pengaduan dari masyarakat tentang perilaku hakim. "Dari 370-an pengaduan, saat ini sudah 90-an berkas yang selesai diperiksa. Dan dari 90-an berkas tersebut saya menyimpulkan kualitas SDM sebagian besar hakim kita sangat rendah," katanya.Ia menyarankan adanya perubaan pola rekrutmen hakim dengan tidak sekadar mengedepankan kompetensi. Namun juga melihat karakter dari para calon hakim."Kalau cuma kompetensi, lulusan sekolah hukum sudah bisa langsung jadi hakim. Tapi itu bahaya kalau nggak lihat karakternya. Hakim itu bisa mencabut hak hidup orang. Dia itu ibarat Tuhan di dunia," katanya. Pola rekrutmen harusnya dilakukan lembaga independen yang bertugas merekrut calon hakim secara selektif dan KY bisa melakukan itu.Calon-calon hakim yang sudah diseleksi nantinya diajukan ke DPR sebagai representasi kedaulatan rakyat dan setelah itu diserahkan ke presiden. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads