BP2MI Serahkan Berkas Kasus 7 Calon PMI Ilegal ke Bareskrim Polri

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 21:31 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani
Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat berbicara dengan calon PMI ilegal yang digerebek di tempat penampungan. (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyerahkan berkas kasus penemuan 7 calon PMI ilegal yang ditemukan siap diberangkatkan kepada Bareskrim Polri. Kasus ini terungkap setelah BP2MI menggerebek tempat penyaluran PMI ilegal di Cibubur, Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dan jajarannya langsung menyerahkan berkas tersebut ke Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo. Benny menegaskan penyerahan dokumen ke Bareskrim Polri dilakukan untuk membuat jera para sindikat penempatan PMI nonprosedural sekaligus menegaskan komitmen BP2MI dalam memerangi sindikat penempatan PMI nonprosedural sebagai upaya memerdekakan PMI.

"Saya pastikan kembali bahwa BP2MI bakal selalu menjadi mimpi buruk bagi P3MI yang nakal, yang mencoba bermain-main dengan kemanusiaan, dan tidak menghormati bahkan menginjak-injak hukum di Republik ini dan mengabaikan kewibawaan negara, dengan merendahkan Merah Putih di bawah bendera perusahaan. Ini adalah bukti bahwa negara akan selalu hadir dan hukum bekerja, tajam baik ke atas mau ke bawah," ujar Benny dalam keterangannya, Rabu (15/7/2020).

Ia menyebut BP2MI telah menindaklanjuti Kepmenaker 151/2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan PMI. BP2MI juga sudah mengeluarkan Surat Edaran menindaklanjuti Kemenaker tersebut.

"Jadi tidak ada alasan bagi P3MI (perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia) yang masih membandel dan tetap melakukan pelanggaran dan BP2MI serius untuk melakukan penindakan," katanya.

Diketahui, dalam penggerebekan tempat penyaluran PMI ilegal di Cibubur, BP2MI mendapati 7 orang calon PMI ilegal. Dua orang di antaranya pasangan suami istri yang akan diberangkatkan ke tempat berbeda. Istri bernama Dewi Purnama Sari asal Garut direncanakan diberangkatkan ke negara tujuan penempatan Singapura. Sementara suaminya bernama Yanto yang akan ditempatkan ke Malaysia.

Selanjutnya
Halaman
1 2