DPR Dianggap Malas, NasDem Angkat Bicara

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 14:18 WIB
Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa
Sekretaris F-NasDem DPR Saan Mustopa (Foto: Mochamad Solehudin)
Jakarta -

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) meminta anggota DPR tidak malas dan takut untuk berkantor lagi di Senayan. Fraksi Partai NasDem akan mewajibkan semua anggotanya berkantor di DPR untuk masa sidang berikutnya.

"Untuk masa sidang yang akan datang mereka harus sudah semua (hadir) fisik," kata Sekretaris Fraksi NasDem DPR Saan Mustopa kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Sementara ini, Fraksi NasDem masih memperbolehkan anggotanya untuk mengikuti rapat secara virtual. Terutama, untuk anggota yang berusia di atas 60 tahun.

"Masih ada berapa yang virtual. Kita memberikan toleransi bagi Anggota yang berusia di atas 60 tahun untuk boleh rapat virtual," ujarnya.

Terkait kehadiran secara fisik untuk semua anggota fraksi di masa sidang berikutnya, Saan menyebut masih akan memberikan toleransi kepada anggota yang berusia 60 tahun ke atas. Saan mengatakan pihaknya masih akan melihat perkembangan pandemi COVID-19.

"Kita akan masih melihat perkembangan pandemi COVID-19. Kalau masih tetap tinggi, yang usia di atas 60 dan punya penyakitan bawaan, kita kasih toleransi untuk rapat-rapat virtual," tutur Saan.

Sebelumnya, Formappi menilai ketidakhadiran 269 anggota DPR dalam rapat paripurna yang digelar kemarin tidak memenuhi persyaratan kehadiran dalam mengesahkan suatu putusan (kuorum). Formappi meminta anggota DPR tidak menjadikan pandemi Corona sebagai alasan untuk tidak berkantor di kompleks MPR/DPR, Jakarta.

"Situasi pandemi jangan sampai menjadi pembenar bagi anggota DPR untuk bermalas-malasan. Ingat, tanggung jawab mereka sebagai wakil rakyat sangat besar, dan sejauh ini belum cukup diperlihatkan melalui semangat kerja tinggi dan kehadiran signifikan dalam rapat-rapat ketika pemerintah sudah menerapkan masa PSBB transisi. Anggota DPR tidak boleh takut datang ke Kompleks Parlemen," kata peneliti dari Formappi, Lucius Karus, kepada wartawan, Rabu (15/7).

(azr/van)