Jaksa Ajukan Banding Atas Hukuman Percobaan Wakil Ketua Golkar Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 12:10 WIB
Majelis Hakim PN Makassar menjatuhkan vonis hukuman pidana 6 bulan dengan masa percobaan 10 bulan pada Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Foto: Majelis Hakim PN Makassar menjatuhkan vonis hukuman pidana 6 bulan dengan masa percobaan 10 bulan pada Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel. (M. Nur Abdurrahman-detikcom)
Makassar -

Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas putusan hukuman pidana 6 bulan dengan masa percobaan 10 bulan kepada Wakil Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) M Risman Pasigai, atas kasus penghinaan terhadap mantan Bendahara DPD Golkar Sulsel Rusdin Abdullah.

Banding sudah diajukan jaksa pada Senin (13/7) lalu, setelah jaksa diberi waktu 7 hari menurut undang-undang.

"Kami sudah nyatakan banding pada tanggal 13, hari Senin," kata JPU Kejati Sulsel, Lusi Pangalian saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (15/7/2020).

Namun Lusi enggan memaparkan lebih jauh terkait memori banding yang diajukannya. Tim JPU hingga saat ini masih menyusun memori banding.

"Mengenai pertimbangan kami lagi kami susun memorinya," ucap Susi.

Pada Rabu (8/7) lalu, majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar memvonis Risman bersalah dalam kasus penghinaan terhadap mantan Bendahara DPD Golkar Sulsel Rusdin Abdullah. Risman divonis telah melanggar Pasal Pasal 311 ayat 1 KUHPidana tentang pencemaran nama baik.

"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 311 KUHP, mengadili terdakwa dengan hukuman pidana 6 bulan, dengan percobaan 10 bulan apabila melakukan tindak pidana selama masa percobaan wajib menjalani hukuman pidana," ujar hakim ketua Zulkifli dalam sidang yang digelar ruang sidang utama PN Makassar, Rabu (8/7).

Karena vonis percobaan tersebut, Risman tidak perlu menjalani hukuman penjara. Vonis hukuman percoban tersebut juga lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut Risman hukuman 10 bulan penjara.

Usai sidang vonis berlangsung, Jaksa Lusi mengatakan akan mengajukan banding dalam tenggat 7 hari. Sedangkan menurut pengacara terdakwa, Syahrir Cakkari, hukuman yang dijatuhkan majelis hakim bersifat pembinaan.

"Kita masih pikir-pikir dulu apakah akan menerima atau tidak putusan hakim, terdakwa tidak perlu dijalani," ujar Syahrir.

(nvl/nvl)