Listrik di Masamba Luwu Utara Masih Padam, Pengungsi Kekurangan Air Bersih

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 10:23 WIB
Brimob evakuasi warga terdampak banjir bandang Luwu Utara.
Tim gabungan mencari korban banjir bandang Luwu Utara dengan penerangan seadanya. (Foto: Istimewa)
Masamba -

Jaringan listrik PLN di Kota Masamba, Luwu Utara, hingga saat ini belum pulih akibat banjir bandang. Selain itu, pengungsi membutuhkan makanan siap saji dan air bersih.

"Persoalan air bersih masih menjadi kendala karena PDAM kan putus. Kemudian PLN juga karena sementara PLN masih perbaikan terus hingga hari ini, jadi listrik belum aktif," ujar Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani kepada detikcom, Rabu (15/7/2020).

Memenuhi kebutuhan air bersih warga, Pemkab Luwu Utara saat ini membutuhkan banyak mesin genset untuk menarik air bersih dari sumur-sumur yang tidak terkena dampak banjir bandang.

"Mesin genset ini juga menjadi kebutuhan untuk menarik air bersih dari sumur-sumur. Itu yang paling mendesak saat ini," kata Indah.

Pengungsi dari enam kecamatan di Luwu Utara saat ini juga membutuhkan bantuan makanan siap saji. BNPB menyebut sebanyak 4.930 keluarga di enam kecamatan tersebut terdampak banjir.

"Kalau untuk makanan, yang paling dibutuhkan pengungsi saat ini, untuk orang dewasa itu makanan siap santap dulu, seperti roti dan biskuit. Jadi makanan yang tidak perlu diolah lagi. Kebutuhan pengungsi lainnya antara lain kebutuhan khusus untuk perempuan dan balita dan anak-anak. Pakaian juga menjadi kebutuhan," jelas Indah.

Indah menyebut, jalur Trans Sulawesi, yang menjadi jalur utama menuju Kota Masamba, saat ini masih tertutup lumpur dan material lainnya yang terbawa banjir. Untuk itu, pihaknya juga membutuhkan bantuan alat berat untuk menyingkirkan material banjir agar bantuan dapat segera masuk ke Masamba.

"Ini salah satu yang dibutuhkan alat berat, kemudian BBM, saya juga tadi koordinasi dengan Pertamina. Dump truck sudah ada beberapa yang datang, tapi terus terang saja kita terkendala oleh akses pembuangan materialnya," imbuhnya.

Pengungsi banjir bandang di Kota Masamba saat ini tersebar di beberapa titik. Namun ada juga yang terpusat di kantor Bupati dan DPRD.

"(Pengungsi) di Ibu Kota Masamba ini terpencar, karena memang kan ada dua kelurahan yang kebetulan dipisah oleh sungai. Jadi mereka terpencar itu. Nah, kami berharap, kami melalui media sosial itu sudah kami sampaikan nomor kontak Satgab Pusdalops, supaya mereka yang tidak terjangkau bantuan logistik atau apa pun itu mereka bisa menelepon ke nomor kontak itu untuk kemudian dapat segera dijangkau," pungkasnya.

(nvl/idh)