Akses Masih Tertutup Lumpur-Material Banjir, Begini Kondisi di Masamba Lutra

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 09:22 WIB
Banjir bandang di Luwu Utara (dok. PMI)
Banjir bandang di Luwu Utara (Foto: dok. PMI)
Masamba -

Jalur menuju Kota Masamba, Luwu Utara (Lutra), Sulsel, belum dapat diakses pascabanjir bandang Senin (13/7). Jalur Trans Sulawesi menuju wilayah tersebut hingga saat ini masih tertutup lumpur tebal, material kayu, hingga pepohonan.

"Ini jalan nasional sampai sekarang belum bisa kami buka karena tingginya material lumpur, dan bukan hanya di jalan nasional (Jalur Trans Sulawesi) saja materialnya. Itu aliran sungai sudah bukan lagi di sungai, tapi pindah ke jalan," ujar Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani kepada detikcom, Rabu (15/7/2020).

Saat ini tim gabungan masih berjibaku membuka jalur menuju Kota Masamba yang tertutup lumpur. Namun tebalnya material lumpur menyulitkan tim mempercepat pembukaan akses ke Masamba.

"Seperti di wilayah Radda, yang dari arah Barat Luwu Utara, itu kendalanya lumpurnya merata. Begitu kita bersihkan lumpur yang di jalanan itu langsung tertutup lagi karena lumpur dari samping kembali masuk ke jalan, kayak begitu terus," jelas Indah.

Pembukaan jalur Trans Sulawesi ini menjadi fokus tim gabungan agar bantuan untuk korban banjir segera masuk ke Masamba. Sementara itu, lumpur dan material banjir yang menutupi sejumlah ruas di dalam Kota Masamba belum bisa disentuh tim gabungan.

"Yang di Masamba itu sepanjang dari Jembatan Masamba sampai bandara, yang kemudian ke belakang mengikuti alur sungai, itu lumpur sama material banjir. Belum sempat kami bersihkan karena memang kami konsentrasikan untuk membuka akses jalan nasional," imbuhnya.

Jalur darat menjadi satu-satunya akses untuk masuknya bantuan bagi pengungsi banjir bandang di Luwu Utara. Sebab, Bandar Udara Andi Djemma di Kota Masamba belum dapat berfungsi untuk masuknya bantuan karena juga tertutup lumpur.

"Kalau lewat jalur udara, sampai saat ini kan bandara belum sempat dibersihkan, karena bandara juga kan kena. Sebenarnya kalau itu sudah bersih bisa untuk pesawat Hercules, heli, tapi memang harus dibersihkan dulu. Bandara kan ini posisinya depan rujab Bupati persis. Nah, itu runway-nya kan sebagian besar tertutup material lumpur," jelas Indah.

Menyiasati jalur nasional yang masih tertutup, Pemkab Luwu Utara saat ini masih memaksimalkan dua jalur alternatif untuk masuknya bantuan. Indah menyebut jalur alternatif tersebut hanya difungsikan untuk masuknya bantuan dan bukan untuk jalan umum.

"Jalur alternatif ada tapi memang harus mutar, itu ada dua jalur alternatif. Untuk sementara kami batasi untuk satu jalur saja, karena kami khawatirnya kalau jalur ini putus kan tidak ada akses lagi masuk bantuan ke Masamba," paparnya.

"Sampai saat ini itu masih kami batasi karena sampai semalam itu banyak bus, truk, terus alat berat dibawa keluar, dan lain sebagainya. Nah, ini kami tutup sementara hanya untuk alat berat yang masuk membantu, untuk evakuasi, kemudian bantuan, untuk pengungsi, medis, dan Satgap. Selain dari itu, kami seleksi untuk melintasi jalur alternatif ini," pungkasnya.

(nvl/zap)