Isu Penculikan SBY-JK Tak Logis

Isu Penculikan SBY-JK Tak Logis

- detikNews
Jumat, 30 Des 2005 10:57 WIB
Jakarta - Pengamanan terhadap sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) diperketat, menyusul adanya informasi akan ada sejumlah penculikan yang dilakukan teroris. Namun isu ini dianggap tidak logis.Apalagi pihak Badan Intelijen Negara (BIN) pun menolak menjelaskan detail kelompok teroris mana yang akan menculik para pejabat tinggi tersebut."Kalau teroris yang dimaksud BIN adalah jaringan Azahari dan Noordin M Top cs, maka isu penculikan ini menjadi tidak logis. Karena jaringan teroris ini tidak punya spesialisasi penculikan," cetus anggota Komisi I DPR Permadi."Mereka sejak lima tahun lalu melakukan aksi dengan bom. Mereka dilatih untuk mengebom. Latihan di mana, kok tiba-tiba mereka akan menculik. Ini sangat tidak logis," lanjut politisi PDIP yang dihubungi detikcom, Jumat (30/12/2005) ini.Jaringan teroris Noordin M Top yang masih bergerilya sekarang ini, menurut Permadi, tidak punya kemampuan melakukan penculikan. Apalagi untuk menculik pejabat selevel Presiden SBY dan Wapres JK."Itu sangat jauh. Perlu keahlian super khusus. Siapa yang bisa menculik presiden yang dijaga paspampres superketat," ujar Permadi.Teroris Noordin M Top cs, menurut Permadi, sejak awal hanya dilatih untuk melakukan pengeboman. "Sejak tahun 2000 mereka memang dilatih mengebom. Boro-boro menculik, melakukan aksi penembakan misterius saja kita ragukan," katanya.Permadi juga menyayangkan langkah BIN yang mempublikasikan ancaman penculikan itu. "Seharusnya informasi BIN itu hanya disampaikan ke presiden dan aparat terkait seperti Polri dan TNI. Tidak perlu dikembangkan ke media massa. Ini menunjukkan BIN tidak profesional," tandas Permadi. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads