KPAI Kecam Pria Beristri 3 Nikahi Gadis 12 Tahun

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 07:41 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti bersama Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreatifitas dan Budaya, Kementrian PPPA, Evi Hendrani memberi pernyataan pers terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018). KPAI menilai  terjadi malpraktik dalam dunia pendidikan karena soal yang diujikan tidak pernah diajarkan sebelumnya dalam kurikulum sekolah.
Retno Listyarti (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam pernikahan siri anak 12 tahun oleh pria 40 tahun yang sudah beristri 3. KPAI menegaskan bahwa pelaku telah melanggar hak anak.

"KPAI mengecam terjadinya perkawinan seorang anak usia 12 tahun dengan seorang pria yang sudah memiliki 3 istri di Banyuwangi," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti saat dihubungi, Selasa (14/7/2020).

Retno berharap kasus itu segera diusut tuntas. Serta motif pelaku dalam pernikahan siri ini.

"KPAI mengapresiasi orangtua kandung si anak yang melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, agar bisa diungkap apa motif orangtua angkat si anak menikahkan anak angkatnya, karena alasan sementara dari Ibu angkatnya adalah balas budi karena pengantin pria kerap membantu keuangan keluarganya," kata dia.

Retno menegaskan pernikahan siri anak di bawah umur ini adalah sebuah pelanggaran hak asasi anak. Di mana pernikahan ini dapat membatasi hak anak untuk menempuh pendidikan.

"Perkawinan usia dini adalah pelanggaran dasar hak asasi anak, karena membatasi pendidikan, kesehatan, penghasilan, keselamatan, kemampuan anak, dan membatasi status dan peran. Perkawinan usia anak akan memutuskannya dari akses pendidikan. Hal ini akan berdampak pada masa depannya yang suram, tidak memiliki keterampilan hidup dan kesulitan untuk mendapatkan taraf kehidupan yang lebih baik," tutur Retno.

Selanjutnya
Halaman
1 2