Analisis BMKG soal Gempa M 5,5 di Kepulauan Selayar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 07:31 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi di Indonesia
Foto: Ilustrasi gempa bumi (Mindra Purnomo)
Jakarta -

Gempa bumi magnitudo (M) 5,5 terjadi di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pagi ini. Kepala Pusat Gempa Bumi BMKG Rahmat Triyono menyebut gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Rahmat menjelaskan bahwa pada Rabu, 15 Juli 2020 pukul 06.33.58 WIB, wilayah Laut Flores diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,8 M.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,29 LS dan 120,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 130 km arah Selatan Kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar pada kedalaman 599 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya aktifitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (Normal Fault)," kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (15/7/2020).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Denpasar II MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini BMKG melaporkan belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga hari Rabu, 15 Juli 2020 pukul 07.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," ungkap Rahmat.

BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," imbau Rahmat.

(zak/eva)