ADVERTISEMENT

Komisi E DPRD Soal PPDB DKI: Tak Semua Kebijakan Senangkan Semua Pihak

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 18:48 WIB
Raker Pemprov DKI dan DPRD DKI bahas evaluasi PPDB DKI tahun 2020. (Foto: Ilman/detikcom)
Raker Pemprov DKI dan DPRD DKI bahas evaluasi PPDB DKI tahun 2020. (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria menilai proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI 2020 sudah berjalan dengan baik. Iman menyebut tak ada kebijakan yang bisa menyenangkan semua pihak.

"Ya itu kita ambil hikmahnya saja. Sambil kita perbaiki. Tadi saya bilang tidak semua kebijakan, tidak mungkin menyenangkan semua pihak," ujar Iman di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2020).

Pernyataan Iman itu disampaikan seusai rapat kerja bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Seperti diketahui tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai per 13 Juli kemarin.

Iman menyebut banyak fraksi yang awalnya menentang kebijakan proses PPDB DKI, tapi kini mengapresiasi.

"(PPDB DKI 2020) Sudah baik dan alhamdulillah saya rasa teman-teman dari masing-masing fraksi mengapresiasi. Bahkan yang tadinya memberikan perlawanan, di ujungnya memberikan apresiasi," katanya.

Politikus Partai Gerindra itu memberi semangat kepada para siswa yang tidak masuk ke sekolah negeri. Dia juga meminta para siswa yang masuk ke sekolah swasta tetap berkarya.

"Terus menjaga stabilitas walaupun anak itu tidak diterima di sekolah negeri. Di swasta tetap harus dijaga semangatnya untuk bersekolah," ujarnya.

Sebelumnya, Kadisdik DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan berakhirnya PPDB DKI pun menyisakan ribuan kursi kosong. Untuk SD misalnya, setidaknya 6.666 kursi yang masih kosong dari daya tampung yang disediakan.

"Pada penutupan PPDB ini ada kursi yang tidak terisi, untuk SD sebanyak 6.666 kursi sekitar 6,71 persen dari daya tampung," katanya.

Kemudian, kursi kosong di tingkat SMP berjumlah 622. Jumlah tersebut 0,79 persen dari total daya tampung.

Nahdiana melanjutkan, untuk kursi kosong di tingkat SMA berjumlah 225 dengan persentase 0,70 persen dari daya tampung. Sementara, sisa kursi kosong di tingkat SMK sebanyak 245 dengan persentase 1,27 persen.

Meski demikian, Nahdiana tidak menjelaskan secara rinci sekolah mana saja yang kursinya masih banyak yang kosong. Namun kursi kosong paling banyak ada di Pulau Seribu.

"Ini tidak semua sekolah menyisakan kursi kosong, tapi banyak di Pulau Seribu di mana untuk SD ada 14 sekolah, untuk SMP ada 7 sekolah tersisa 158 kursi, untuk SMA di Pulau Seribu ada 21 kursi dan di SMK ada 59 kursi," kata Nahdiana.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT