PA 212 dkk Akan Beri Tanda Jaga Jarak di Aksi Tolak RUU HIP Jilid II

Wilda Nufus - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 18:38 WIB
Ketum PA 212 Slamet Maarif di demo Kedubes India
Ketum PA 212 Slamet Maarif (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan Aliansi Nasional Anti Komunis Anak NKRI akan memberi tanda jarak pada aksi tolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) jilid II yang akan digelar lusa di depan Gedung DPR/MPR. Dia menyebut hal itu dilakukan untuk mencegah adanya insiden, seperti pembakaran bendera partai, seperti yang terjadi pada aksi sebelumnya.

"Kemarin kan spontanitas ya, dari panitia kan tidak pernah dibahas di rapat dan tidak tahu sama sekali. Oleh karenanya, berkaca dari aksi kemarin, aksi sekarang akan dikasih jarak. Makanya akan berupaya ada tanda-tanda supaya jaga jarak. Sehingga ketika ada yang menyusup kita bisa deteksi sedini mungkin," kata Slamet dalam konferensi pers PA 212 di Dewan Dakwah Islamiyah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2020).

Slamet pun tidak mau berkomentar banyak soal kelanjutan proses hukum pembakaran bendera PDIP oleh oknum massa pada aksi yang digelar Rabu (24/6) lalu. Ia menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke aparat kepolisian.

"Biarkan polisi nanti yang ungkap siapa sebab kita tidak tahu siapa yang membakar ya," ungkapnya.

Dia lalu mengatakan pemanggilan yang akan dilakukan oleh polisi esok hari, Rabu (15/7), terhadap koordinator lapangan aksi dinilai aneh. Pasalnya, menurut Slamet, hal ini tidak semestinya dilakukan saat pelaku pembakar bendera belum tertangkap.

"Justru ini yang aneh, pembakarnya belum tertangkap tapi korlapnya sudah dipanggil Rabu besok sebagai saksi. Tapi tetap kami akan beri pendampingan hukum," tuturnya.

Untuk diketahui, aksi pembakaran bendera PDIP terjadi dalam demo tolak RUU HIP yang digelar PA 212 dkk pada 24 Juni lalu. DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus. Saat ini polisi masih mendalami peristiwa tersebut dengan memeriksa saksi-saksi.

Diberitakan sebelumnya, berbagai organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis Anak NKRI akan mengadakan aksi di gedung DPR/MPR RI pada Kamis (16/7) mendatang. Aksi dilakukan untuk menolak RUU HIP.

"Insyaallah Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI akan kembali melakukan perjuangannya, kembali akan berjuang di jalanan dalam aksi selamatkan NKRI selamatkan Pancasila dan insyaallah akan kami lakukan pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2020 di depan gedung DPR/MPR dimulai jam 09.30 WIB," kata Slamet Maarif, sebelumnya.

(elz/ear)