Kasus Corona Masih Tinggi, Siswa di Palembang Lanjut Sekolah dari Rumah

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 15:14 WIB
Dua anak belajar dengan bimbingan orang tuanya di rumahnya, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (15/4/2020). Dinas Pendidikan daerah setempat mengimbau kegiatan belajar dari rumah tersebut diperpanjang dengan batas waktu yang belum ditentukan untuk mengurangi interaksi sosial sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.
Foto ilustrasi belajar dari rumah. (Akbar Tado/Antara Foto)
Palembang -

Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Palembang, Sumatera Selatan, terus mengalami kenaikan. Akibatnya, status belajar siswa yang direncanakan mulai kembali kegiatan belajar-mengajar (KBM) langsung di sekolah atau tatap muka akhirnya tetap melangsungkan belajar dari rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto menyebut rencananya para siswa masuk sekolah di tahun ajaran baru. Namun rencana itu batal dan semua siswa SD dan SMP belajar dari rumah hingga 30 September.

"Belajar siswa di rumah harusnya berakhir hingga tahun ajaran baru. Tetapi sekarang dilanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ)," ungkap Ahmad Zulinto kepada wartawan di Palembang, Selasa (14/7/2020).

Meskipun siswa belajar dari rumah, Zulinto meminta orang tua tetap melakukan pemantauan. Dengan begitu, pelayanan ataupun pendidikan anak tetap tersalurkan.

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga diminta menyiapkan secara matang kurikulum bagi siswa. Terutama di tengah situasi pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia.

"Sekolah juga harus menyiapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Ini disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa pandemi dengan memperhatikan kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan," sebut Zulinto.

Selanjutnya, Zulinto meminta wali kelas dan orang tua tetap berkomunikasi secara intens lewat aplikasi online. Terutama untuk memberikan informasi dan proses belajar anak di rumah.

Bila mengalami keterbatasan fasilitas terkait jaringan atau kuota internet, orang tua siswa diminta datang ke sekolah. Nantinya orang tua akan mendapatkan bahan belajar anak di rumah.

"Jadi tidak ada alasan lagi bagi siswa yang tak dapat menjangkau akses internet atau tidak memiliki handphone Android. Semua orang tua bisa langsung datang ke sekolah untuk mendapatkan bahan pembelajaran," tutur Zulinto.

(ras/elz)