Banjir Bandang Masamba, Gubernur: Kantor DPRD-Bupati Jadi Tempat Pengungsian

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 15:01 WIB
Banjir bandang di Luwu Utara (dok. Istimewa)
Banjir bandang di Luwu Utara (dok. Istimewa)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengirim tim BPBD Pemprov Sulsel ke lokasi banjir bandang di Masamba, Luwu Utara. Nurdin memerintahkan tim untuk menyediakan air bersih dan membuat dapur umum bagi warga terdampak banjir.

"BPBD Provinsi juga saya sudah minta untuk segera bergerak, terutama untuk penyiapan air bersih, dapur umum. Dan saya mendapat laporan bahwa pemerintah Kabupaten Luwu Utara di bawah pimpinan Ibu Bupati telah menyiapkan tempat pengungsian baik di Kantor DPRD, Kantor Bupati, maupun warga yang memiliki masalah kesehatan itu di rumah sakit," ujar Nurdin dalam keterangannya, Selasa (14/7/2020).

Nurdin mengatakan saat ini jaringan komunikasi di Luwu Utara mengalami gangguan akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Senin (14/7) malam tadi. Karena itu, pihaknya sulit berkoordinasi dengan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani terkait informasi terbaru dari lokasi banjir.

"Oleh karena itu juga saya akan segera turun memantau, melihat, dan sekaligus men-suport untuk segera kita lakukan rekonstruksi terutama yang mengalami kerusakan," tuturnya.

"Sudah (koordinasi dengan bupati), jadi sekarang di Masamba ini sinyal menjadi lemah, tentu ini menjadi hambatan kita untuk berkomunikasi. Tapi semalam Ibu Bupati sudah menyampaikan kondisi terkini," lanjutnya.

Pemprov Sulsel saat ini tengah menyusun langkah-langkah untuk rekonstruksi kembali permukiman warga dan fasilitas umum yang rusak akibat diterjang banjir.

"Tentu kita ikut prihatin atas musibah banjir yang beruntun di Kabupaten Luwu Utara khususnya di Kota Masamba, atas nama pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir yang tentu menelan korban jiwa, semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi-Nya," imbuhnya.

Banjir di Masamba dan kecamatan lainnya di Luwu Utara terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (14/7) lalu. Banjir mengakibatkan Sungai Masamba dan Sungai Radda di wilayah tersebut meluap dan menyebabkan banjir yang membawa material lumpur, kayu, hingga pepohonan.

"Akses jalan nasional melalui Kota Masamba tertutup, karena kan ada 2 sungai (Sungai Masamba dan Sungai Radda), ada 2 jembatan yang rata (dengan material yang dibawa banjir bandang), jadi kendaraan nggak bisa lewat. Ada tumpukan material yang tinggi, itu sampai 2 meter," kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani kepada detikcom, Selasa (14/7).

(nvl/idh)